Menko Airlangga Temui Peserta Kartu Prakerja di Papua

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Sabtu 04 September 2021 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 04 320 2466161 menko-airlangga-temui-peserta-kartu-prakerja-di-papua-6gzALaO7WV.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto temui peserta kartu prakerja di Papua (Foto: Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali bertemu dengan para penerima Kartu Prakerja di Provinsi Papua, tepatnya di Kota Jayapura. Ada 12 penerima Kartu Prakerja yang pagi ini berbincang serius tapi santai dengan Menko Airlangga.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa Kartu Prakerja membawa banyak manfaat terutama dalam masa pandemi saat ini. Khususnya untuk membantu mereka para pengusaha UMKM yang ingin meningkatkan skill-nya sekaligus mendapatkan tambahan permodalan dari insentif Kartu Prakerja. Selain itu, juga untuk mereka yang terkena PHK akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: 5 Fakta Kartu Prakerja Gelombang 20, Nomor 4 Bisa Dapat Rp3,5 Juta

Secara nasional, Kartu Prakerja telah menerima sebanyak 10.081.935 orang dari Gelombang 1-19, dari pendaftar sejumlah 69.311.037 orang. Khusus untuk Provinsi Papua, selama 19 gelombang itu terdapat 225.051 orang pendaftar, dan yang diterima sebanyak 77.796 orang. Sementara, untuk Kota Jayapura ada 35.064 orang yang mendaftar dalam 19 gelombang, dan yang diterima sebanyak 14.661 orang.

Pagi ini, Menko Airlangga langsung menyapa para penerima Kartu Prakerja dan menanyakan kabar mereka. Dia pun masih mengingat pernah bertemu dengan salah satu alumni Kartu Prakerja dari Provinsi Papua di Istana Negara beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Syarat Daftar Kartu Prakerja Gelombang 20

Alumni Kartu Prakerja yang Pak Menko maksud adalah Verly Nomi Pelmelai. Verly mengikuti pelatihan “Berdandan untuk Diri Sendiri”, pelatihan ini sangat berguna bagi dirinya, karena dapat diaplikasikan kepada anaknya sendiri sehingga berhasil meraih Juara II dalam kontes Puteri Cilik Papua. Selain itu, Verly juga mengikuti pelatihan Microsoft Excel yang sangat membantu tugasnya sebagai bendahara gereja yang harus membuat laporan triwulanan.

Insentif Kartu Prakerja ia gunakan untuk membeli peralatan makeup dan kebutuhan seharihari. Seperti yang disebutkan sebelumnya, ia pernah diundang ke Istana Negara untuk bertemu Presiden RI beberapa waktu lalu.

“Waktu itu, saya dapat telepon (dari PMO Kartu Prakerja) untuk bertemu dengan Pak Presiden Jokowi dan Pak Menko. Saya sangat senang dan hal ini tidak akan saya lupakan,” ungkap Verly.

Setelah menjadi penerima pada Gelombang ke-6, Verly menjadi alumni aktif dalam forum alumni Kartu Prakerja, dan juga menjadi salah seorang pelopor yang merawat Alumni Prakerja. Dia menuturkan bahwa forum itu menjadi wadah di media sosial (Facebook dan Instagram) untuk menuangkan ide-ide tentang kewirausahaan supaya alumni Prakerja pada khusunya danmasyarakat Indonesia pada umumnya, dapat berpartisipasi dalam wadah itu.

Menko Airlangga mengapresiasi hal tersebut, “Kumpulkan saja semua (alumni Prakerja) di Papua, jadi semuanya bisa terkoneksi online.” Ada juga pria berusia 40 tahun bernama John Wempi Wona yang memaksimalkan manfaat yang diterima dari Kartu Prakerja dengan mengambil tujuh jenis pelatihan. Jumlah tersebut lebih banyak dari rata-rata jumlah pelatihan yang diambil seorang penerima Kartu Prakerja.

"Jumlah pelatihannya ada 7, yang pertama sukses jualan online di marketplace, kursus akuntansi dasar, keuangan bisnis UMKM, kemudian kelas online menulis opini, kuasai teknik story telling, crative writting dan cara berbicara di depan umum dengan teknik NLP, satu lagi kelas belajar menjadi MC profesional," papar John.

John menceritakan, saat itu pandemi Covid 19 baru merebak di Jayapura, dan tidak banyak aktifitas yang bisa ia lakukan. " Saya manfaatkan waktu dan kesempatan, habiskan semua untuk beli pelatihan hingga saldo tersisa hanya 18 ribu," ujarnya.

Insentif tunai yang didapatnya ia gunakan untuk modal usaha berjualan online di Market place dan Sosial Media. Ia menjual busana, elektronik sampai alat kesehatan.

Kini menjelang pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Papua, John Wempi berniat mengembangkan usaha. Ia melihat peluang untuk berjualan barang-barang aksesoris PON secara Offline.

Ketika ditanya Airlangga tentang kendala usaha, John mengeluhkan koneksi internet di Jayapura yang sering mati.

"Saya punya kendala ada beberapa, kendala yang spesifik itu terkait data. Beberapa waktu ini kita di Papua setiap konflik pasti internet putus Pak, jadi itu masalah yang sangat spesifik. Jadi bagaimana anak-anak Papua mau ikut pelatihan Prakerja Bagaimana yang jualan online, juga macet total Pak," keluh John. Mendengar hal itu, Airlangga mengatakan hal itu akan jadi perhatian pemerintah.

Kendala lain yang disampaikan John Wempy adalah terkait modal. Hal itu langsung diberi solusi oleh Airlangga dengan tawaran KUR mikro. John langsung dipertemukan dan dibantu oleh BNI, sebagai salah satu Bank penyalur KUR.

Pada kesempatan itu juga, John menjadi salah satu alumni Kartu Prakerja yang mendapatkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BNI. John mendapatkan KUR senilai Rp30 juta. Hal ini akan dia gunakan untuk membangun usaha offline ke depannya, yang menjual berbagai merchandise PON XX 2020 yang akan berlangsung bulan depan. Selain John, KUR juga diberikan BNI kepada alumni Kartu Prakerja lainnya yang memenuhi syarat.

Turut hadir dalam acara ini adalah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian, Sekretaris Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Wali Kota Jayapura, Pimpinan Wilayah 16 (Papua/Papua Barat) BNI, dan VP Divisi Hubungan Kelembagaan BNI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini