Pengusaha Tak Ingin Lagi Mal Ditutup

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 08 September 2021 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 320 2468266 pengusaha-tak-ingin-lagi-mal-ditutup-Yqd93pJDcY.png Pengusaha Tak Ingin Lagi Mal Ditutup (Foto: Nia/MPI)

JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyambut baik pelonggaran yang diberikan pemerintah terhadap pusat perbelanjaan atau mal selama PPKM level 4 dan 3. Sebelumnya, mal ditutup selama masa PPKM darurat.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, setidaknya saat ini dunia usaha sudah mulai ada pergerakan setidaknya dari posisi sebelumnya yang tidak bisa bergerak sama sekali. Pemerintah memberikan syarat protokol tambahan adalah wajib vaksinasi.

"Ini disambut baik oleh pusat perbelanjaan. Karena pusat perbelanjaan ini fasilitas masyarakat, kami ingin memastikan bahwa pusat perbelanjaan menjadi tempat yang aman dan sehat untuk dikunjungi," ujar Alphonzus secara virtual di Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Baca Juga: APPBI Minta Presiden Jokowi Izinkan Anak Usia di Bawah 12 Tahun Masuk Mal

Pihaknya mendukung protokol wajib vaksinasi. Pemeriksaannya memang tidak bisa dilakukan secara manual karena banyak sertifikat vaksinasi palsu. Sehingga, pemeriksaannya harus melalui sistem aplikasi PeduliLindungi.

"Ini bisa mendorong percepatan vaksinasi sehingga pihak pusat perbelanjaan mendukung penuh keputusan ini. Kalau kita bisa cepat-cepat memenuhi target vaksinasi, kita bisa cepat keluar dari krisis kesehatan," katanya.

Tingkat kunjungan saat ini pun bergerak naik, tetapi butuh waktu untuk bisa pulih seperti pada masa sebelum pemberlakuan PPKM darurat. Dia mengatakan bahwa pergerakannya lambat, tetapi pihaknya berharap pada triwulan IV bisa mencapai kondisi seperti sebelum PPKM darurat.

"Dengan aplikasi PeduliLindungi, kita bisa berkegiatan dan beraktivitas secara aman dan sehat. Kita tidak mau terjadi lagi penutupan operasional. Dampaknya terasa, bahkan bukan hanya oleh pusat perbelanjaan. tetapi di sekitar pusat perbelanjaan banyak sektor usaha skala mikro dan kecil seperti warung dan ojek yang antar jemput karyawan," katanya.

Karena pihaknya tidak mau lagi ada penutupan-penutupan tersebut, APPBI berusaha beraktivitas secara aman dan sehat dengan menggunakan protokol wajib vaksinasi dengan pemeriksaan melalui aplikasi PeduliLindungi. Protokol kesehatan yang sebelumnya pun ditekankannya masih wajib berlaku di pusat perbelanjaan.

"Meskipun screening lolos lewat PeduliLindungi, tetapi jika pengunjung melanggar prokes seperti tidak memakai masker ataupun suhu tubuh tinggi, tetap tidak bisa masuk ke pusat perbelanjaan meski notifikasi warnanya hijau dari PeduliLindungi," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini