JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) mengajukan tambahan penyertaan modal negara (PMN) 2021 sebesar Rp19 triliun. Usulan PMN tambahan dinilai penting untuk mengakselerasi pembangunan sejumlah ruas jalan tol Trans Sumatera (JTTS). Padahal, pemerintah melalui Kementerian Keuangan sudah menggelontorkan PMN 2021 kepada perseroan sebesar Rp6,2 triliun.
Baca Juga: Hutama Karya Pakai PMN Rp6,2 Triliun Danai 3 Ruas Tol Trans Sumatera
Namun begitu, pencairan tahap pertama tersebut dipandang kurang untuk mendukung operasional perusahaan untuk mempercepat pembangunan sejumlah ruas tol. Karenanya, usulan PMN 2021 sebesar Rp19 triliun masuk dalam tahap dua dan tiga.
"Pemerintah juga mendukung PMN tambahan sebesar Rp19 triliun hingga akhir 2021. Dukungan tambahan anggaran ini termasuk untuk mempercepat penyelesaianan beberapa ruas tol utama," ujar Kartika dalam Webinar, Kamis (9/9/2021).
Baca Juga: Hutama Karya Minta PMN Rp31,3 Triliun di 2022, Ini Rinciannya
Adapun penyelesaian pembagunan JTTS yang menjadi fokus HK diantaranya, ruas Medan – Binjai, ruas Pekanbaru – Dumai, ruas Binjai – Langsa seksi Binjai – Pangkalan Brandan, ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat, ruas Sp. Indralaya – Muara Enim, ruas Kisaran – Indrapura, ruas Sigli – Banda Aceh dan ruas Pekanbaru – Pangkalan.
BUMN di sektor konstruksi itu juga tercatat mengajukan PMN Tahun Anggaran 2022 senilai Rp31,35 triliun dalam bentuk tunai. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk ruas Pekanbaru – Dumai senilai Rp293 miliar, Binjai – Langsa sebesar Rp3,58 triliun, Sp. Indralaya – Muara Enim Rpsebanyak 7,18 triliun, Kisaran – Indrapura sebesar Rp2,42 triliun.