Holding Ultra Mikro Terbentuk, Begini Rencana Besar BRI

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 09 September 2021 20:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 320 2468936 holding-ultra-mikro-terbentuk-begini-rencana-besar-bri-oZAsZhtlZE.jpg Bank BRI soal Holding BUMN Ultra Mikro. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi induk Holding BUMN Ultra Mikro (UMi). BRI pun segera menciptakan ekosistem Ultra Mikro di Tanah Air.

Hal ini juga sejalan dengan visi misi BRI yang ingin menjadi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion di tahun 2025.

Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan, terciptanya Holding BUMN UMi bertujuan agar nasabah-nasabah usaha ultra mikro bisa didorong untuk naik kelas secara tersistem dan terstruktur, serta dapat ditracking perkembangannya.

Baca Juga: 6 BUMN Siap Jadi Holding BUMN Pangan pada September 2021

"Jadi, value yang ingin diciptakan BRI adalah bahwa kita akan memberikan pertumbuhan yang sustain dan kemudian untuk menjaga pertumbuhan yang sustain itu maka kita mesti memastikan punya sumber-sumber pertumbuhan baru yang fix, dan kemudian penggabungan tiga perusahaan dalam satu koridor ekosistem akan memberikan kepastian sumber pertumbuhan baru bagi BRI secara grup ke depan, dan itu bagian dari value creation," ujar Sunarso dalam Public Expose Live 2021, Kamis (9/9/2021).

Nantinya, dua perusahaan anggota Holding BUMN UMi, yaitu Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) dapat melakukan berbagai kolaborasi seperti joint location, co-location, penggunaan IT bersama, hingga strategi cross sellong produk layanan.

Baca Juga: Erick Thohir Minta BUMN Gerak Cepat Atasi Covid-19

"Untuk menjaga profitabilitas, saya kira yang paling utama adalah, satu, bahwa PNM dan Pegadaian menggunakan sumber dana tidak dari masyarakat langsung tapi dari perbankan atau capital market dengan instrumen, sumber dananya mahal. Kedua, menangani ultra mikro, itu kan tersebar di mana-mana, maka butuh orang banyak dan jaringan luas," kata dia.

Dengan didekatkannya sumber pendanaan yaitu BRI sebagai yang pertama, lalu proses digitalisasi baik yang dimiliki Pegadaian, PNM maupun BRI, maka dengan itu bisnis proses dan bisnis modelnya akan bisa diturunkan.

"Satu adalah operational cost bisa diturunkan, kedua, operational risk bisa diturunkan," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan BRI, Viviana Dyah Ayu menuturkan, BRI akan meningkatkan profitabilitas anak perusahaan, dan akan menjadi salah satu pilar pertumbuhan BRI dalam lima tahun ke depan. Ada tiga hal bagaimana Perseroan mengelola profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.

"Yang pertama tentu adalah aspek governance, kita bersama-sama mengawal dari sisi governance, baik dari proses planning, budgeting, maupun performance management, itu pilar yang pertama," ucap Viviana.

Kedua, memonetisasi sinergi dengan seluruh anak perusahaan baik sinergi antara perusahaan anak dengan induk maupun antar perusahaan anak. Ini yang akan terus dikembangkan ke depan karena disanalah sebenarnya value added dapat direalisasikan.

"Ketiga adalah terus mengidentifikasi peluang pertumbuhan bagi perusahaan anak BRI baik secara organik maupun non organik," tuturnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini