Bogor Bangun Trem Rp1,6 Triliun, Terintegrasi dengan LRT

Antara, Jurnalis · Minggu 12 September 2021 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 12 320 2470148 bogor-bangun-trem-rp1-6-triliun-terintegrasi-dengan-lrt-MkUrx2iBth.jpg Bogor Berencana Membangun Trem Pakuan Senilai Rp1,6 Triliun. (Foto: Okezone.com/Feby Novalius)

BOGOR - Menteri BUMN Erick Thohir memberi dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam membangun infrastruktur dan sarana transportasi massal trem senilai Rp1,6 triliun.

"Saya mendukung terobosan Pak Wali Kota Bogor. Bagaimana transportasi untuk pelayan publik kita sinergikan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah," kata Erick Thohir, dikutip dari Antara, Minggu (12/9/2021).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Kota pada Sabtu petang itu, Bima Arya memaparkan rencana pembangunan moda transportasi trem Pakuan bagi masyarakat Kota Bogor.

Baca Juga: 6 Syarat Perjalanan Naik Pesawat hingga Kereta Selama PPKM

"Tadi, saya melihat Pak Wali Kota memaparkan wacana pembangunan Trem Pakuan. Itu menjadi bagian dari investasi," kata Erick Thohir.

Erick Thohir juga mengapresiasi rencana Pemkot Bogor membangun moda transortasi trem yang nantinya disambungkan dengan moda transportasi lintas rel terpadu atau LRT.

Menurut dia, usai masa pandemi Covid-19, transportasi masyarakat harus dilayani sebaik-baiknya.

"Wali Kota Bogor juga ingin memastikan bagaimana masyarakat dari Jakarta ke Bogor atau sebaliknya, bisa mendapat pelayanan yang baik dan mudah," kata Erick Thohir.

Kementerian BUMN, katanya, mendapat tugas untuk membangun moda transportasi LRT. "Saya kira, sudah seyogyanya LRT itu terus bersambung dengan trem yang akan dibangun di Kota Bogor ini,” ujar Erick Thohir.

Baca Juga: Cara Menhub Cegah Masuknya Varian Baru Covid-19

Sementara itu Wali Kota Bogor mempresentasikan hasil studi kelayakan pembangunan moda transportasi trem di Kota Bogor. Bima Arya mengajak Erick Thohir memasuki ruang rapat Paseban Sri Bima di Balai Kota, untuk mempresentasikan hasil studi kelayakan pembangunan trem tersebut.

"Saya melaporkan ke Pak Menteri, bahwa studi kelayakan pembangunan trem sudah selesai, angkanya sudah jelas, konsepnya sudah matang. Tinggal dua hal lagi yang kami pikirkan, yakni pendanaan dan kelembagannnya," katanya.

Menurut Bima Arya, biaya pembangunannya tidak kecil yakni Rp1,6 triliun. "Bukan berarti tidak mungkin dibangun, kalau kita bisa membangun komunikasi dengan semua pihak," katanya.

Dia juga menyatakan kepada Erick Thohir, dirinya akan melaporkan hasil studi kelayakan pembangunan trem tersebut kepada Presiden Joko Widodo.

"Pak Menteri Erick Thohir juga menyarankan, agar melakukan pertemuan dengan Presiden dan menteri terkait untuk akselerasi," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini