Rukun Raharja (RAJA) Raup Pendapatan USD50,1 Juta, Turun 5%

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 13 September 2021 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 278 2470494 rukun-raharja-raja-raup-pendapatan-usd50-1-juta-turun-5-wrBwcim17m.jpg Rukun Raharja Raup Pendapatan (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Di semester pertama 2021, perusahaan migas PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) membukukan pendapatan senilai USD50,15 juta atau terkoreksi 5% dari pendapatan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya mencapai USD53,01 juta.

Sementara itu, laba bersihnya tercatat naik dari USD394.000 pada paruh pertama 2020 menjadi USD764.000 pada paruh pertama tahun ini. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan.

Kata Direktur Keuangan Rukun Raharja, Oka Lesmana, seiring dengan pertumbuhan tersebut, maka marjin laba kotor dan marjin laba bersih tahun berjalan masing-masing berada di level 16% dan 2% terhadap pendapatan.

Baca Juga: 23 Perusahaan Masuk Pipeline IPO di BEI, Ada Sektor Teknologi dan EBT

”Untuk marjin laba bersih, perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 94%. Di mana perseroan mencatat marjin laba bersih sebesar 1% pada semester I/2020 dan kemudian naik ke 2% pada paruh pertama 2021,” ujarnya seperti dilansir Harian Neraca, Senin (13/9/2021).

Selain itu, terjadi kenaikan yang cukup signifikan terkait total aset dan total kewajiban perseroan pada 2021 yang didorong oleh pinjaman baru perseroan sebesar USD108 juta dari Bank Mandiri yang digunakan RAJA untuk menjalankan beberapa proyek strategis sepanjang 2021.

Hingga saat ini, perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar 50% atau USD51 juta (sekitar Rp275 miliar) dari total belanja modal atau capex tahun ini USD100 juta.

Baca Juga: Idea Indonesia (IDEA) Melantai di Bursa, Jadi Emiten ke-38 pada 2021

Disampaikan Oka, penyerapan tertinggi atas belanja modal perseroan adalah investasi pada pengembangan bisnis baru di antaranya adalah penyertaan pada Proyek Pipa Rokan, pembangunan LPG Terminal Rembang, pengembangan bisnis CNG dan SPAM Cijanggel.

Kemudian, penyerapan lainnya untuk pengembangan bisnis yang sudah ada saat ini. Dari total sembilan proyek strategis yang saat ini sedang digarap oleh perseroan, beberapa di antaranya sudah rampung 100%, yaitu pengembangan jalur pipa di wilayah Banten, pembangunan fasilitas SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di Kabupaten Bandung Barat, dan penambahan alokasi gas di wilayah Jambi sebesar 12mmbtu.

Sumantri Suwarno, Direktur Pengembangan Bisnis RAJA menambahkan bahwa perseroan juga optimistis dengan beberapa kontrak dan proyek yang sampai saat ini sedang dikerjakan, akan rampung dan beroperasi pada akhir tahun yaitu Proyek Pipa Rokan, LPG Discharge Terminal di Pelabuhan Sluke Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, perpanjangan kontrak sewa pipa di Gresik, Jawa Timur.

"Ada pula proyek penambahan kompresor di Cilegon, Banten dan kontrak untuk operation and maintenance di fasilitas pembangkit geothermal Salak milik Star Energy di Bogor," imbuhnya.

Djauhar Maulidi, Direktur Utama RAJA juga menyebutkan bahwa sejak tahun 2020 perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan kinerja perseroan, terutama dalam diversifikasi bisnis gas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini