Sri Mulyani Ingin KEK Percepat Pemulihan Ekonomi

Anggie Ariesta, Jurnalis · Senin 13 September 2021 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 320 2470670 sri-mulyani-ingin-kek-percepat-pemulihan-ekonomi-ga5DSLLfOA.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dapat menarik investasi baik dari dalam maupun luar negeri sehingga mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang terdampak pandemi Covid-19.

"Saya berharap KEK ini dengan berbagai fasilitas dan insentif yang diberikan akan benar-benar mampu menarik investor untuk bisa menanamkan modal di KEK, baik itu adalah investor dalam negeri maupun investor yang berasal dari global," kata Menkeu dalam Webinar Kawasan Ekonomi Khusus di YouTube resmi Kemenkeu, Senin (13/9/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Kecewa Belanja Daerah Tak Optimal Picu Ketimpangan

Sri Mulyani menuturkan, peningkatan penanaman modal akan sangat membantu tidak hanya peningkatan ekonomi namun penciptaan kesempatan kerja yang sangat dibutuhkan dan diharapkan kerja yang memiliki kualitas dan produktivitas baik.

Saat ini, pemerintah melalui Lembaga National Single Window (LNSW), Direktorat Jenderal Pajak, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus mengembangkan sistem aplikasi khusus KEK yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing KEK di mata investor.

Baca Juga: Sri Mulyani Geram 127 Kepala Daerah Korupsi

“Sistem aplikasi KEK yang dibangun dan dikelola oleh LNSW memiliki manfaat efisiensi sehingga pelaku usaha cukup menggunakan satu sistem untuk berbagai layanan KEK. Kedua, memberi manfaat kemudahan, karena hanya membutuhkan one single document,” kata Sri Mulyani.

Selain itu, sistem aplikasi khusus KEK tersebut juga transparan karena baik pelaku usaha, administrator KEK, maupun petugas bea dan cukai serta petugas pajak dapat memantau kegiatan operasional KEK dalam satu sistem dengan standar yang sama.

Sistem aplikasi khusus KEK juga dapat diandalkan karena didukung oleh infrastruktur yang modern pada Data Center (DC) dan Data Recovery Center (DRC) di Kementerian Keuangan.

“Sistem aplikasi itu juga terintegrasi dengan CEISA Bea Cukai, Sistem DJP Online, dan OSS di Kementerian Investasi,” katanya.

Dengan sistem aplikasi tersebut, pelaku usaha yang beraktivitas di KEK diharapkan dapat mendapatkan berbagai fasilitas dengan lebih mudah.

Untuk badan usaha dan pelaku usaha di KEK, fasilitas yang diberikan seperti pengurangan pajak penghasilan (PPh), PPn dan atau PPnBM yang tidak dipungut juga pembebasan biaya masuk dan tidak dipungutnya biaya pajak di dalam rangka impor.

"Selain insentif fiskal yang diberikan snagat banyak di dalam rangka untuk mengelola dan mengembangkan KEK agar tetap sesuai dengan dinamika ekonomi dan juga kemajuan teknologi di dunia yang makin dinamis, maka berbagai layanan yang ditawarkan di dalam kawasan ekonomi khusus akan menerapkan sistem layanan elektronik secara nasional," pungkas Sri Mulyani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini