Indeks Dolar AS Menguat Didukung Rencana Tapering Fed

Antara, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 320 2470856 indeks-dolar-as-menguat-didukung-rencana-tapering-fed-wfQFFyMeiA.jpg Dolar AS menguat dipicu rencana tapering Fed (Foto: Reuters)

JAKARTA - Indeks dolar AS menguat ke level tertinggi dua minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Dolar AS menguat didukung ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) AS dapat mengurangi pembelian asetnya (tapering) pada akhir tahun, meskipun ada lonjakan kasus COVID-19.

Namun dolar mundur dari posisi tertingginya di perdagangan sore. Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, semula menguat menjadi 92,887, tertinggi sejak 27 Agustus. Terakhir naik sedikit di 92,664.

Baca Juga: Indeks Dolar AS Melemah Selama 4 Hari Berturut

Putaran data ekonomi AS akan dirilis minggu ini, dimulai dengan harga konsumen pada Selasa waktu setempat, yang akan memberikan pembaruan terbaru tentang seberapa panas inflasi menjelang pertemuan Fed minggu depan.

Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker menjadi pejabat terbaru yang mengatakan dia ingin bank sentral mulai melakukan tapering tahun ini, mengatakan dalam wawancara dengan harian Nikkei bahwa dia ingin mengurangi pembelian aset.

Baca Juga: Investor Pantau Data Ekonomi Terbaru, Dolar AS Menguat

Pembicaraan tentang tapering telah mendorong dolar lebih tinggi, kata Ahli Strategi Makro Wells Fargo Securities, Erik Nelson, di New York.

"Kami melihat dari komunikasi Fed bahwa mereka ingin memutuskan hubungan tapering dari kenaikan suku bunga," kata Nelson. “Tetapi akan membutuhkan banyak hal meyakinkan dan terus terang banyak waktu bagi pasar untuk mengubah fungsi reaksinya. Untuk saat ini, alur waktu tapering terkait erat dengan alur waktu kenaikan suku bunga di pasar.”

Tapering biasanya mengangkat dolar karena itu berarti langkah menuju kebijakan moneter yang lebih ketat. Ini juga berarti The Fed akan membeli lebih sedikit aset utang, yang menunjukkan akan ada lebih sedikit dolar yang beredar.

The Wall Street Journal melaporkan pada Jumat (10/9/2021) bahwa pejabat Fed akan mencari kesepakatan untuk mulai mengurangi pembelian obligasi pada November.

Selain inflasi, angka penjualan dan produksi ritel AS juga dijadwalkan akan dirilis minggu ini.

"Angka IHK (Indeks Harga Konsumen) tinggi lainnya minggu ini dalam menghadapi data ekonomi yang melemah dapat mulai membuat Fed tersudut, karena tekanan meningkat untuk normalisasi stimulus," kata Christopher Vecchio, Analis Senior DailyFX.com, unit riset dari broker valas IG.

Euro termasuk di antara mata uang yang melemah terhadap dolar, merosot ke 1,1770 dolar, terendah dalam lebih dari dua minggu, setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan pekan lalu akan mulai memangkas pembelian obligasi daruratnya. Euro terakhir turun 0,1% pada 1,1801 dolar.

Terhadap yen, dolar naik 0,1% pada 110 yen. Dolar juga naik 0,5% versus franc Swiss menjadi 0,9228.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini