Perry Warjiyo Paparkan 5 Agenda Prioritas BI dalam Presidensi G20

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Rabu 15 September 2021 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 320 2471764 perry-warjiyo-paparkan-5-agenda-prioritas-bi-dalam-presidensi-g20-o32H4Ka4Lk.jpeg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memaparkan ada 5 dari 7 agenda prioritas di jalur keuangan yang berkaitan kerjasama bank sentral antar anggota KTT G20.

Perry mengatakan rangkaian kerja sama yang dibangun ini bertujuan untuk percepatan penanganan covid 19, khususnya dari sisi dampak ekonomi.

Pertama Bank Indonesia akan melakukan koordinasi mengenai kebijakan moneter dari sektor keuangan untuk mendukung pemulihan ekonomi bersama.

“Pertama ada koordinasi mengenai kebijakan moneter untuk pemulihan bersama, recover together, ibu Menkeu tadi sudah menjelaskan, bahwa ekonomi global telah mulai membaik, tapi tidak seimbang, negara-negara maju sebagian besar sudah mulai pulih, dan karenanya sudah merencanakan untuk mengubah kebijakannya dan mengurangi stimulus fiscal maupun stimulus moneter, dan termasuk sector keuangan,” ujar Perry dalam Konferensi Pers Menuju Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 secara virtual, Selasa (14/9/2021).

Kedua adalah koordinasi mengenai kebijakan moneter dari sector keuangan untuk mendorong pertubuhan yang lebih kuat. Menurut Perry pandemi covid 19 sudah banyak menyebabkan korporasi, unit usaha, termasuk UMKM terkena dampak scaring effect.

Oleh karenanya kerjasama ini penting dibangun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat serta membutuhkan dukungan dari transformasi di sector rill dan sector keuangan.

"Jadi tidak hanya pembiayaan dunia usaha di jangka pendek, tapi juga jangka panjang, instrument yang lebih banyak dan juga mekanisme pasar yang bisa mendukung produktifitas dan efisiensi ekonomi dari sector keuangan," katanya.

Ketiga adalah kerjasama di sistem pembayaran di era digital, yang mana di era pandemi covid 19, mendorong perubahan digital semakin cepat diseluruh dunia bahkan Indonesia. Digitalisasi sistem pembayaran akan mendukung percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan.

"Kerjasama di dalam sistem pembayaran juga di bank Sentral mencakup juga inisiatif untuk bank-bank sentral mengeluarkan central bank digital currency termasuk juga rencana Indonesia untuk menerbitkan digital rupiah," kata Perry.

Keempat adalah insiatif-inisiatif untuk di bidang moneter dan sektro keuangan untuk mendukung pembiayaan berkelanjutan. Hal ini merupakan dukungan pemerintah untuk ekonomi yang lebih hijau terutama pada sektor rill dan sektor keuangan.

Inisiatif-inisiatif termasuk di antaranya adalah menerbitkan dan memperluas berbagai instrument-instrumen keuangan yang bisa mendukung pembiayaan ekonomi hijau dari sector keuangan

"Tentunya ini memerlukan dukungan kebijakan-kebijakan bank sentral baik secara makro prudential maupun secar mikro untuk mendukung pembiayaan yang berkelanjutan," tambahnya.

Kelima adalah kerjasama di bidang inklusi ekonomi dan keuangan, termasuk untuk pembiayaan UMKM secara digital. Dari sisi bank sentral, dukungan akan diberikan melalui sistem pembayaran digital untuk mendukung digitalisasi ekonomi keuangan UMKM melalui pembayaran digital.

Kemudian kebijakan-kebijakan moneter maupun makro prudential dan sector keuangan yang mendukung UMKM. Menurut Perry hal ini bisa mendukung inklusi, ekonomi, dan keuangan.

"Termasuk juga literasi keuangan, agar bisa mendukung inklusi ekonomi dan keuangan khususnya UMKM," tutur Perry.

"Itu adalah 5 agenda yang terkait dengan bank sentral di antara 7 agenda prioritas di jalur keuangan yang tadi juga sudah disampaikan ibu menteri Keuangan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini