Wall Street Menguat Ditopang Kenaikan Harga Minyak Dunia

Antara, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 06:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 278 2472078 wall-street-menguat-ditopang-kenaikan-harga-minyak-dunia-sles7f4LVA.jpg Wall Street ditutup menguat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Wall Street berakhir menguat pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Bursa saham AS menguat karena kenaikan harga minyak mentah mendorong saham-saham energi serta sejumlah data positif AS menunjukkan inflasi telah mencapai puncaknya dan pemulihan ekonomi tetap kuat, meningkatkan sentimen investor.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 236,82 poin atau 0,68%, menjadi menetap di 34.814,39 poin. Indeks S&P 500 terdongkrak 37,65 poin atau 0,85%, menjadi ditutup pada 4.480,70 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir melonjak 123,77 poin atau 0,82%, menjadi 15.161,53 poin.

Baca Juga: Wall Street Melemah, Tertekan Ketidakpastian Ekonomi

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor energi melonjak 3,81%, memimpin keuntungan. Sementara itu, sektor utilitas tergelincir 0,15%, menjadikannya kelompok dengan kinerja terburuk.

Ketiga indeks saham utama AS mengumpulkan kekuatan seiring berjalannya sesi, dengan saham-saham siklikal yang sensitif secara ekonomi, saham-saham berkapitalisasi kecil dan saham-saham transportasi memimpin kenaikan.

Baca Juga: Wall Street Mixed, Penguatan Indeks S&P 500 Terhenti

Sementara saham-saham yang harganya di bawah nilai intrinsiknya atau value stocks yang pada awalnya menahan keuntungan, sentimen pengambilan risiko memperoleh momentum sepanjang sore, meluas termasuk ke saham-saham pertumbuhan.

โ€œHari ini adalah pertama kalinya dalam beberapa waktu saham-saham pertumbuhan dan value stocks berjalan cukup baik. Sudah baik atau selama beberapa minggu terakhir dan hari ini keduanya,โ€ kata Chuck Carlson, kepala eksekutif Horizon Investment Services di Hammond, Indiana. "Itu adalah sesuatu yang ingin dilihat oleh investor.โ€

Sejumlah data ekonomi menunjukkan indikasi memudarnya inflasi dan kembalinya ekonomi normal, bahkan ketika kendala pasokan, diperumit oleh badai Ida, menghambat produksi pabrik.

Harga impor mencatat penurunan bulanan pertama sejak Oktober 2020, sebagai tanda terbaru bahwa gelombang lonjakan harga telah memuncak, lebih lanjut mendukung posisi Federal Reserve bahwa tekanan inflasi saat ini bersifat sementara.

Minggu depan, pertemuan kebijakan moneter dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan diuraikan secara cermat untuk sinyal kapan bank sentral akan mulai mengurangi pembelian asetnya.

Saham China yang tercatat di AS memperpanjang penurunan baru-baru ini, karena data penjualan ritel yang lemah menunjukkan kemungkinan perlambatan ekonomi di negara itu, sementara perombakan peraturan Beijing terhadap industri kasino Makau semakin mengurangi selera terhadap saham China.

Ini mengikuti serangkaian langkah regulasi oleh China terhadap perusahaan teknologi besar, yang telah menghapus miliaran nilai pasar tahun ini.

"Akan sulit untuk membeli saham China," kata Carlson. โ€œDari sudut pandang investor, Anda tidak tahu sektor apa selanjutnya.โ€

โ€œSaya tidak berpikir situasinya akan menjadi lebih baik dalam waktu dekat dan mungkin akan menyebar,โ€ tambahnya.

Operator kasino yang berbasis di AS Las Vegas Sands Corp, Wynn Resorts Ltd dan MGM Resorts International turun antara 1,7% dan 6,3%.

Apple Inc menghentikan penurunan selama sesi baru-baru ini menyusul putusan pengadilan yang merugikan pada praktik bisnisnya, dan tanggapan hangat terhadap acaranya pada Selasa (14/9/2021) di mana ia meluncurkan pembaruan untuk iPhone dan gadget lainnya. Sahamnya naik 0,6%.

Platform pinjaman GreenSky Inc melambung 53,2% setelah Goldman Sachs Group Inc mengatakan akan membeli perusahaan itu dalam kesepakatan semua saham senilai 2,24 miliar dolar AS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini