Cita-Cita Erick Thohir Pasar Modal Indonesia Jadi Terbesar di Asean

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 278 2472163 cita-cita-erick-thohir-pasar-modal-indonesia-jadi-terbesar-di-asean-HVqGOo11z8.jpg Menteri BUMN Erick Thohir punya cita-cita BEI jadi yang terbesar di Asean (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir memiliki cita-cita agar Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi pasar modal terbesar di Asia Tenggara (Asean). Erick mengaku senang jika hal itu bisa diwujudkan secara bersama-sama.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Erick membeberkan rencana aksi korporasi sejumlah perusahaan pelat merah, salah satunya dengan mencatatkan sahamnya di BEI atau Initial Public Offering (IPO). Langkah tersebut dinilai sebagai kesempatan berarti.

Baca Juga: Erick Thohir Bakal Ubah Bisnis Telkom, Jadi Bagaimana?

"Kita kan pasti punya cita-cita, bursa kita harus yang terjadi, yang terbesar juga di Asia Tenggara. Nah, saya senang sekali karena itu juga BUMN ke depan akan melihat window of opportunity (jendela kesempatan) untuk juga yang namanya teknologi," ujar Erick, dikutip Kamis (16/9/2021).

Pemegang saham memastikan, saham BUMN akan menjadi bagian dari investasi di pasar modal Indonesia. Karena itu, berbagai penguatan perusahaan pun terus dilakukan.

Baca Juga: Erick Thohir Buka-bukaan Alasan Restrukturisasi Pertamina

"Kita banyak berinvestasi di perusahaan teknologi yang juga bisa tadi, sekarang trendnya ke sana, dan kita harus menjadi bagian dari itu juga (BEI)," ungkapnya.

Pada akhir 2021 atau awal 2020, BUMN di sektor energi dan telekomunikasi akan melakukan IPO. Misalnya, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero), PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), dua subholding milik PT Pertamina (Persero) yakni shipping dan renewable energy.

Upaya serupa juga direncanakan anggota Holding Rumah Sakit (RS) BUMN. Setelah Holding RS BUMN diresmikan, pemerintah akan membawa sejumlah perusahaan yang menjadi anggota holding untuk mencatatkan sahamnya.

Adapun PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika) atau IHC selaku induk holding dan membawahi 34 anggota RS BUMN yang dikelola oleh 18 Rumah Sakit BUMN.

Saat ini sejumlah persiapan tengah dilakukan, salah satunya, pembangunan layanan kesehatan atau RS satu pintu (one stop health services) bertaraf internasional di Sanur, Bali. Dalam konteks ini, pemerintah mempercayakan Mayo Klinik sebagai advisor atau penasehatnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini