PLN Bakal 'Setrum' Pabrik Baterai Mobil Listrik Rp15 Triliun di Karawang

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 20:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 320 2472580 pln-bakal-setrum-pabrik-baterai-mobil-listrik-rp15-triliun-di-karawang-Qpn1QWcAEP.jpg PLN (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT PLN (Persero) siap menyediakan keandalan pasokan daya listrik kepada KHML Battery Indonesia yang akan menjadi produsen pertama baterai mobil listrik di Tanah Air, bahkan di Asia Tenggara.

Babak baru hilirisasi industri baterai dan mobil listrik ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Karawang yang merupakan realisasi investasi konsorsium LG dan Hyundai (HKML Battery Indonesia).

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai fasilitasi percepatan realisasi relokasi dan diversifikasi investasi perusahaan ke Indonesia, maka PLN berkomitmen dan siap menjamin penyediaan suplai daya listrik secara berkelanjutan sesuai dengan timeline dan kebutuhan investasi.

"Untuk mendukung agenda investasi jangka panjang HKML Battery Indonesia yang akan dimulai pembangunan Tahap pertama pada September 2021 dan akan beroperasi di tahun 2022, dilanjutkan dengan Tahap kedua pada 2026, PLN siap untuk memenuhi kebutuhan listriknya," ujar Zulkifli, Kamis (16/9/2021).

Baca Juga: Jokowi: Industri Baterai Listrik Akan Tingkatkan Daya Tarik Indonesia sebagai Tujuan Investasi

Adapun untuk memenuhi kebutuhan listrik HKML Battery Indonesia, PLN telah menyiapkan sejumlah gardu induk.

PLN juga telah melakukan pembahasan perjanjian kerja sama dengan Kawasan Industri Karawang New Industy City (KNIC), sebagai lokasi pabrik HKML Battery Indonesia.

"PLN siap untuk memenuhi kebutuhan lain terkait kelistrikan untuk calon tenant di KNIC khususnya contohnya green energy, layanan fasilitas ekstra, multimedia, dan kebutuhan lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Nikel Jadi Baterai Mobil Listrik, Jokowi: Nilai Tambahnya 11 Kali Lipat

Ke depan, hilirisasi industri nikel menjadi modal untuk Indonesia bersaing di kancah global. Pasalnya, Indonesia memiliki 24 persen cadangan nikel di dunia yang merupakan mineral penting dalam bahan baku pengembangan kendaraan listrik.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan komitmen Indonesia dalam dukungan pengembangan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik.

"Hilirisasi industri nikel, akan meningkatkan nilai tambah biji nikel. jika menjadi baterai nilai tambah meningkat 6-7 kali lipat, kalau jadi mobil listrik bisa menjadi 11 kali lipat," ujar Kepala Negara.

Presiden mencatat, hilirasi industri baterai dan mobil listrik dapat dibangun dengan kolaborasi yang tidak hanya melibatkan perusahaan besar dan BUMN, tetapi juga melibatkan pengusaha mikro dan menengah.

Di sisi lain, inisiatif kolaborasi yang datang dari PLN ialah menjamin penyediaan suplai daya listrik secara berkelanjutan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini