Mendag Sebut Ekonomi Digital Kikis Kesenjangan Sosial, Ini Alasannya

Antara, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 320 2472584 mendag-sebut-ekonomi-digital-kikis-kesenjangan-sosial-ini-alasannya-ASH2kjHydk.jpg Mendag Lutfi (Foto: Kemendag)

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan Kementerian BUMN memastikan holding pangan sebagai stabilisator untuk menjaga harga agar tetap stabil di masyarakat. Kementerian BUMN akan terus bekerja sama dengan pihak swasta dan masyarakat untuk dapat mewujudkan win-win solutions.

“Pandemi COVID-19 memaksa percepatan digitalisasi. Hal tersebut agar semua proses dapat berjalan secara transparan dan terbuka,” kata Menteri Erick.

Direktur Utama BGR Logistics M Kuncoro Wibowo menambahkan PT BGR Logistics membangun fasilitas pendukung seperti ruang pendingin dan mobile cold storage atau ruang pendingin yang bersifat portable dan upgradable. Selain, itu PT BGR Logistics juga membangun fasilitas umum di Divre DKI seperti rumah dinas, mess karayawan, dan merevitalisasi danau.

“Kami berharap, pembangunan fasilitas umum akan bermanfaat bagi perusahaan, serta menjadi penguat dan dapat turut mendukung klaster pangan,” kata Kuncoro.

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Arief Prasetyo Adi mengatakan BUMN Klaster Pangan tengah melakukan pengembangan hilirisasi produk petani.

“Kami menghadirkan kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok melalui kerja sama distribusi pangan melalui mitra ritel daring, salah satunya Warung Pangan. Kami berharap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat memanfaatkan teknologi untuk mengakselerasi roda perekonomian usahanya. Selain itu, nantinya juga diharapkan lebih banyak lagi pelaku UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital,” jelas Arief.

Warung Pangan merupakan aplikasi mobile yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian BUMN, dikembangkan BGR Logistics, dan bekerja sama dengan BUMN Klaster Pangan serta jaringan pemasok lainnya. Aplikasi yang diluncurkan pada Agustus 2020 tersebut dapat digunakan pelaku UMKM untuk membeli dan menjual ketersediaan komoditas pangan di tempat usahanya kepada masyarakat.

Aplikasi ini juga mempunyai fitur untuk melacak pengiriman dan pembaruan harga serta menu pembayaran cash on delivery (COD) dan transfer untuk pembelian pangan ke BUMN Klaster Pangan dan jaringan pemasok lainnya.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini