Harga Minyak Brent Stabil di Level USD75,6/Barel

Antara, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 320 2472653 harga-minyak-brent-stabil-di-level-usd75-6-barel-B3jzXSDdpE.jpg Harga Minyak Dunia Stabil. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Harga minyak relatif stabil pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Sebelumnya harga minyak mencapai level tertinggi karena ancaman terhadap produksi minyak mentah Teluk AS dari Badai Nicholas mereda.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik 21 sen atau 0,3% menjadi USD75,67 per barel. Pada Rabu (15/9/2021) Brent menyentuh level USD76,13 atau tertinggi sejak 30 Juli 2021.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Balik Menguat Didukung Penurunan Stok AS

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Oktober mengakhiri sesi tidak berubah pada USD72,61 per barel setelah naik ke level tertinggi sejak 2 Agustus sehari sebelumnya.

"Dengan harga sekarang kembali di sekitar tertinggi musim panas, kami melihat beberapa aksi ambil untung, tetapi reli terus terlihat didukung dengan baik," kata Analis Pasar Senior OANDA, Craig Erlam, dikutip dari Antara, Jumat (17/9/2021).

Perusahaan-perusahaan energi Teluk AS telah dapat memulihkan layanan pipa dan listrik dengan cepat setelah Badai Nicholas melewati Texas awal pekan ini, memungkinkan mereka untuk fokus pada upaya memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh Badai Ida beberapa minggu sebelumnya.

Baca Juga: Harga Minyak Flat Sikapi Keputusan OPEC Meningkatkan Produksi

“Ketika Nicholas menyelamatkan produksi AS dari gangguan lebih lanjut, sulit untuk melihat bagaimana harga minyak dapat meningkat lebih lanjut dalam waktu dekat,” kata Analis Rystad Energy, Nishant Bhushan.

“Kapasitas produksi minyak yang terpengaruh Ida terus pulih di AS.” sambungnnya.

Minyak melonjak pada Rabu (15/9/2021), didukung oleh data yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun lebih besar dari perkiraan 6,4 juta barel pekan lalu, dengan fasilitas minyak lepas pantai masih belum pulih dari dampak badai Ida.

Brent telah reli sekitar 45 persen tahun ini, didukung oleh pengurangan pasokan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, ditambah beberapa pemulihan dari jatuhnya permintaan terkait pandemi tahun lalu.

Minyak juga mendapat dukungan dari lonjakan harga listrik Eropa, yang melonjak karena faktor-faktor termasuk persediaan gas yang rendah dan pasokan gas yang lebih rendah dari normal dari Rusia.

Harga-harga acuan gas Eropa di pusat TTF (Title Transfer Facility) Belanda telah meningkat lebih dari 250 persen sejak Januari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini