Negosiasi Pabrik Baterai Listrik Libatkan Konsultan Asing? Ini Kata Bahlil

Antara, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 320 2473039 negosiasi-pabrik-baterai-listrik-liibatkan-konsultan-asing-ini-kata-bahlil-gBE1UgNySn.jpg Mobil Listrik (Foto: Reuters)

JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut proses negosiasi hingga terealisasinya pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Tanah Air dilakukan tanpa melibatkan konsultan asing.

"Deal bisnis senilai USD9,8 miliar atau setara Rp142 triliun itu tanpa melibatkan konsultan asing. Itu dilakukan seutuhnya oleh putra putri bangsa terbaik kolaborasi antara kementerian teknis dan Kementerian Investasi," katanya dalam konferensi pers daring yang dipantau dari Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga: Bahlil: Negara Tetangga Tak Ingin Indonesia Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik Dunia

Pemerintah berhasil mengantongi investasi senilai total USD9,8 miliar untuk proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi dengan Korea Selatan. Pada tahap awal, konsorsium Hyundai, LG Energy Solution dan KIA membentuk perusahaan patungan dengan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) telah memulai pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik (EV) di Karawang, Jawa Barat, senilai USD1,1 miliar.

Bahlil menjelaskan pemerintah telah mencanangkan pengembangan industri kendaraan listrik dan baterai listrik sejak 2019.

Baca Juga: Pabrik Baterai Mobil Listrik RI Ngolah dari Tambang Sendiri, Jadi Pertama di Dunia

Selanjutnya, pada November 2019, pemerintah Indonesia melakukan kesepakatan dengan Hyundai terkait pengembangan rencana tersebut. Kendati pandemi melanda, pembangunan pabrik kendaraan konvensional dan kendaraan listrik Hyundai terus berjalan sepanjang 2020.

"Sekarang pembangunannya sudah mencapai 100% untuk yang konvensional dan yang listriknya akan diproduksi tahun 2022 bulan Mei," katanya.

Bahlil menargetkan realisasi investasi dari investasi sebesar 9,8 miliar dolar AS itu bisa mulai terjadi paling lambat awal 2022.

Pasalnya, pada Desember 2021, pabrik prekursor ditargetkan sudah terbangun. Ada pun pabrik sel baterai di Karawang diharapkan akan selesai konstruksi pada September 2022 dan mulai berproduksi pada 2023.

"Saya targetkan total sudah harus start paling lambat 2022 awal, semua harus jalan. Jadi insya Allah sebelum masa kabinet kedua selesai, insya Allah clear pembangunannya," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini