Bandara Ngurah Rai Bali Masih Tertutup Rapat untuk WNA

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Senin 20 September 2021 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 320 2473828 bandara-ngurah-rai-bali-masih-tertutup-rapat-untuk-wna-WLncmSwcQF.jpg Bandara I Gusti Ngurah Rai Belum Layani Penerbangan Internasional. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa pintu penerbangan internasional ke Bali belum dibuka. Pernyataan ini pun menegaskan beredarnya informasi yang menyebutkan, Warga Negara Asing (WNA) sudah dapat masuk Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai, Bali.

Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, hanya terdapat dua bandara internasional yang dibuka yaitu, Bandara Soekarno Hatta Jakarta, dan Bandara Sam Ratulangi Manado. Adapun pembatasan ini dilakukan guna mencegah penularan varian baru Mu (B.11.621) melalui simpul transportasi rute internasional.

Baca Juga: Bangun Bandara Dhoho di Kediri, Gudang Garam Taksir Baru Balik Modal 50 Tahun

“Sampai hari ini pintu masuk untuk penerbangan internasional hanya melalui Bandara Soekarno Hatta Jakarta dan Bandara Sam Ratulangi di Manado. Penjelasan ini perlu kami sampaikan menyusul beredarnya kabar di media sosial yang menyatakan bahwa penerbangan internasional ke Bali dan beberapa bandara internasional di Indonesia sudah mulai dibuka,” ujar dia dalam keterangan resminya, Minggu (19/9/2021).

Baca Juga: 9 Anak Usaha BUMN Siap Integrasikan Layanan Bandara dari Tiket hingga Parkiran

Terkait pembatasan pintu masuk internasional ini, Adita menuturkan, sudah berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 42 Tahun 2021 dan Surat Edaran Menhub Nomor 74 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19 yang diterbitkan pada 13 September lalu.

Lebih lanjut, kebijakan tersebut mulai berlaku sejak 17 September 2021 dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan dinamika di lapangan. Tak lupa Adita menghimbau, agar masyarakat dapat lebih selektif dalam menyerap informasi yang beredar di media sosial.

“Kami mohon kepada masyarakat agar selektif dan mengklarifikasi dahulu informasi yang beredar di media sosial, agar tidak menimbulkan kebingungan,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini