Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jadi Aset Nasional, Minyak Sawit Bisa Bersaing di Pasar Global

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Rabu, 22 September 2021 |16:01 WIB
Jadi Aset Nasional, Minyak Sawit Bisa Bersaing di Pasar Global
Kelapa Sawit jadi aset nasional (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Kelapa sawit disarankan menjadi bagian dari aset nasional karena menjadi salah satu penopang utama perekonomian. Bahkan, komoditas sawit bisa membawa Indonesia menjadi penguasa perdagangan minyak nabati di pasar internasional.

Perkebunan sawit adalah keunggulan komparatif Indonesia yang sebenarnya sudah berhasil menjadi keunggulan kompetitif. Perannnya dalam pembangunan nasional sangat strategis.

Baca Juga: Harga CPO dan Kakao Naik, Kemendag Tetapkan Tarif Bea Keluar

“Agar sawit bisa bersaing di pasar global dengan minyak nabati lain, seluruh masyarakat harus kompetitif dan memastikan sawit menjadi bagian dari aset nasional. Jangan sampai nanti diklaim menjadi milik negara lain. Jadi, pastikan masyarakat harus ikut menjaga kelangsungan budidaya komoditas sawit Indonesia,” ujar Akademisi IPB Rachmat Pambudy dilansir dari Harian Neraca, Rabu (22/9/2021).

Rachmat mengatakan, setiap industri memiliki risiko terhadap lingkungan, seperti pabrik tekstil dan jenis usaha lain. Namun dengan memenuhi prinsip sustainable development, maka risiko itu dapat dikurangi dan dampak positifnya lebih besar bagi masyarakat. Pengawasan pemerintah dan konsumen, paparnya, telah membawa industri sawit terus melakukan perbaikan. Sejak tahun 2001, perusahaan kelapa sawit sudah didorong untuk menerapkan prinsip Millenium Development Goals (MDGs) yang dilanjutkan menjadi Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca Juga: Ekspor Minyak Sawit Naik 716.000 Ton Jadi 2,4 Juta Ton

Pelaku industri sawit juga telah diwajibkan mengikuti Perpres Nomor 44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO).”Ada kebutuhan kepastian dari konsumen internasional, bahwa semua perusahaan harus memberikan perlindungan kepada lingkungan, penduduk dan satwa liar. Perusahaan sawit nasional sudah berkomitmen dan terus berupaya memenuhi harapan konsumen ini,” paparnya.

Lebih lanjut, Rachmat Pambudy menjelaskan, tidak mudah membangun bisnis sawit. Selain komitmen menjaga keseimbangan lingkungan, tanaman sawit juga harus dijaga agar proses pertumbuhannya baik dan bisa memberikan hasil panen maksimal.

Oleh karena itu, menurut Rachmat Pambudy, perusahaan sawit nasional yang menjalankan prinsip SDGs sudah seharusnya diapresiasi, bukan kampanye hitam.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement