Tajir Melintir, Wanita Ini Punya Perusahaan Bernilai Rp570 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 26 September 2021 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 26 455 2477077 perjalanan-karier-melanie-perkins-hingga-jadi-wanita-ke-2-terkaya-di-australia-vwetdEuyvh.jpg CEO Canva Melanie Perkins. (Foto: Okezone.com/CNBC)

JAKARTA - CEO Start-up Canva Melanie Perkins kini menjadi wanita kedua terkaya di Australia. Aplikasi desain grafis yang dikembangkannya kini bernilai USD40 miliar atau setara Rp570,9 triliun.

Kesuksesan Perkins dimulai dengan kecemasannya pada perangkat lunak yang tidak ramah bagi para pengguna. Saat dia mengajar program desain paruh waktu pada 2008, dia frustrasi dengan alat berbasis desktop saat memberikan pemahaman kepada siswanya.

"Facebook populer pada saat itu, orang dapat masuk dan menggunakannya dengan sangat mudah, namun alat desain membutuhkan pelatihan bertahun-tahun untuk dipelajari. Saya ingin membuat perangkat lunak desain menjadi sederhana, online, dan kolaboratif," kata dia, dikutip dari Bloomberg, Minggu (26/9/2021).

Baca Juga: Viral! Botol Air Minum Termahal di Dunia, Harganya Rp1 Miliar

Itu adalah formula kemenangan Perkins bersama suaminya, Cliff Obrecht yang juga pendiri Canva. Putaran pendanaan menghargai Canva pada pekan lalu sebesar USD40 miliar. Menurut Bloomberg Billionaires Index, itu memberikan Perkins yang saat ini berusia 34 tahun dan suaminya, kekayaan masing-masing USD5,9 miliar atau Rp84,2 triliun.

Putaran pendanaan atau penjualan saham terbaru menjadikan perusahaan yang berbasis di Sydney sebagai start-up terbesar kelima di dunia. Di antara investor Canva, yakni Franklin Templeton dan Sequoia Capital Global Equities.

Baca Juga: Kisah Wanita Sempat Makan Bekas Kucing Kini Jadi Miliarder

Kekayaan baru pasangan ini menjadikan mereka orang terkaya ke-9 dan ke-10 di Australia. Perkins dan Obrecht bergabung dengan kelompok yang dipimpin oleh sesama pendiri teknologi Mike Cannon-Brookes dan Scott Farquhar dari Atlassian, sebuah perusahaan pengembangan perangkat lunak.

Perkins juga menjadi wanita terkaya kedua di Australia setelah Gina Rinehart (67 tahun), yang memiliki kekayaan bersih USD17,9 miliar yang sebagian besar berasal dari bisnis bijih besi. Sementara menurut data perusahaan riset CB Insights, Perkins adalah wanita terkaya dengan usaha sendiri di bawah usia 40 tahun.

Perkins dan Obrecht, yang menikah awal tahun ini mengatakan ingin membangun salah satu perusahaan paling berharga di dunia.

"Kami bergerak ke arah yang benar, tapi kami belum sampai di sana," ujar Perkins, yang merupakan CEO Canva.

Pengguna Canva telah membuat lebih dari 7 miliar desain, tetapi Perkins menginginkannya ada di mana-mana. Itu termasuk mengganti resume PDF dengan alat berbasis web yang responsif. Dia dan Obrecht memiliki setidaknya 30 persen saham perusahaan. Seorang mantan karyawan Google,

Cameron Adams, juga merupakan salah satu pendiri, meskipun ukuran sahamnya belum diungkapkan. Canva populer di kalangan blogger, pelajar, dan pemasar yang dapat memilih template dan kemudian menyesuaikannya untuk membuat logo, resume, pamflet, bahkan desain kaos. Alatnya digunakan oleh lebih dari 10 juta siswa dan guru, serta perusahaan termasuk American Airlines Group Inc, Zoom Video Communications Inc, SkyScanner, Intel Corp, Salesforce.com Inc, PayPal Holdings Inc, dan Marriott International Inc. Diperkirakan Canva akan membukukan pendapatan tahun ini lebih dari USD1 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini