Skema Terburuk Atasi Gagal Bayar Raksasa Properti Evergrande

Anggie Ariesta, Jurnalis · Minggu 26 September 2021 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 26 470 2477054 skema-terburuk-atasi-gagal-bayar-raksasa-properti-evergrande-XP06krwTta.jpg Upaya Atasi Krisis Chian Evergrande. (Foto: Okezone.com)

BEIJING - Pemerintah China menyiapkan skema terburuk terhadap krisis China Evergrande. Caranya dengan membuat rekening kustodian khusus untuk proyek-proyek raksasa properti Evergrande yang kini menghadapi gagal bayar atau default.

Hal ini dilakukan demi melindungi dana yang dialokasikan untuk berbagai proyek perumahan Evergrande agar tidak dialihkan.

Rekening kustodian bertujuan untuk memastikan pembayaran pembeli rumah digunakan untuk menyelesaikan proyek perumahan Evergrande dan tidak dialihkan ke tempat lain, seperti ke kreditur.

Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Dampak Luar Biasa Krisis China Evergrande

"Akun khusus telah dibuat sejak akhir Agustus di setidaknya delapan provinsi di mana Evergrande memiliki proyek yang paling belum selesai," kata sumber yang dekat dengan tim manajemen Evergrande kepada Caixin, dilansir dari Reuters, Minggu (26/9/2021).

Dia menambahkan, delapan provinsi tersebut termasuk Anhui, Guizhou, Henan, Jiangsu dan kota-kota di selatan Pearl River Delta.

Di beberapa kota wilayah selatan, seperti Zhuhai dan Shenzhen, kantor regulator perumahan, Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan, juga terlibat dalam mengawasi dan meninjau penggunaan dana oleh proyek-proyek Evergrande. Namun, Evergrande dan kementerian perumahan tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Baca Juga: Kisah Hui Ka Yan, dari Buruh Pabrik Jadi Miliarder Pemilik Evergrande Punya Utang Rp4.000 Triliun

Pekan lalu, surat kabar Wall Street Journal mengatakan pihak berwenang China telah meminta pemerintah daerah untuk mempersiapkan kemungkinan runtuhnya Evergrande, mendesak mereka untuk mencegah kerusuhan dan mengurangi efek pada perekonomian lainnya.

Nyatanya, pada akhir Juni, Evergrande masih memiliki 1.236 proyek untuk dijual, katanya dalam laporan semi-tahunan, termasuk yang telah selesai dan sedang dibangun. Dalam beberapa bulan terakhir, Evergrande malah kembangkan model bisnis pinjaman untuk membangun yang kemudian berhenti membayar beberapa investor dan pemasok serta menghentikan pekerjaan pembangunan di banyak proyek di seluruh China.

Regulator perumahan juga telah menetapkan batas waktu pada 24 September bagi kantor regional untuk melaporkan kesenjangan pendanaan yang dihadapi proyek Evergrande yang belum selesai, kata Caixin, tetapi tidak segera jelas apakah ini telah dipenuhi.

Terhuyung-huyung dibayangi utang USD305 miliar, Evergrande sampai menunggak tenggat waktu pembayaran obligasi tersebut dan disusul keheningan perusahaan terkait masalah yang telah membuat investor global bertanya-tanya apakah mereka harus menelan kerugian besar ketika masa tenggang 30 hari berakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini