JAKARTA - Tahun ini, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) menargetkan pendapatan tumbuh 43% menjadi Rp 298 miliar. Emiten jasa pelabuhan ini optimis target bakal tercapai karena dipicu naiknya harga batu bara. Perseroan menjelaskan, peningkatan target pendapatan sepanjang tahun 2021 sejalan dengan peningkatkan target bongkar muat batubara sebesar 38% menjadi 5 juta ton.
Selain itu, perseroan juga telah menaikan jasa pelabuhan menjadi Rp53.030 perton dari Rp49.293 perton. Sentimen trend kenaikan harga acuan batubara berdampak positif terhadap pendapatan perseroan.
Baca Juga: Emiten Ban, Multistrada (MASA) Catat Pendapatan USD199 Juta
Perseroan menilai berapa negara dan perusahaan melakukan percepatan dalam program dekarbonisasi dan membatasi aktivitas perdagangan akibat perselisihan dagang antara Australia dan China.
Ketegangan antara China dan Australia akibat Australia akan membangun kapal selam nuklir bersama Inggris dan Amerika dalam kesepakatan pertahanan AUKUS menyebabkan China meradang dan memindahkan pembelian batubara dari Australia ke Indonesia.
Baca Juga: Dear Investor, Eastparc Hotel (EAST) Bakal Tebar Dividen
Diprediksi akan ada lebih banyak permintaan batubara terhadap Indonesia, karena China tetap menjadi importir terbesar yang menyumbang 27% dari keseluruhan ekspor batubara.
Sehingga harga batubara saat telah naik 58,75% dibanding harga terendah selama 5 tahun belakangan di US$ 51 dolar per ton pada bulan Oktober 2020. Hasil itu, mendorong TEBE membukukan pendapatan Rp141 miliar per Juni 2021 atau lebih besar 58% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sedangkan Sedakan laba bersih terbilang Rp40 miliar atau 28,6%. Hasil itu mendorong perseroan akan membagikan dividen tengah tahun interm dalam waktu dekat.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.