JAKARTA - Masih berlangsungnya pandemi Covid-19 menjadi hambatan pertumbuhan kredit sektor perbankan, tidak terkecuali bagi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Berangkat dari hal tersebut, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam risetnya di Jakarta, kemarin memproyeksikan pertumbuhan kredit BCA turun dari 7,7% menjadi 5% tahun ini.
Dijelaskan, pandemi dan penerapan PPKM yang membatasi aktivitas ekonomi masyarakat membuat penyaluran kredit menjadi sangat ketat dan sedangkan likuiditas dalam kondisi yang sangat memadai.
Baca Juga: Emiten Ban, Multistrada (MASA) Catat Pendapatan USD199 Juta
Selain itu, Mirae juga memproyekikan laba bersih BCA tahun ini sebesar Rp 29,92 triliun atau turun dari proyeksi sebelumnya Rp 33,28 triliun. Semester pertama 2021, laba bersih BCA capai Rp 14,5 triliun atau bertumbuh 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Efisiensi, Krakatau Steel (KRAS) Pangkas 62% Karyawan
Pertumbuhan laba ini disebabkan oleh basis perbandingan laba bersih yang lebih rendah pada kuartal II-2020, yang dipengaruhi oleh tingginya tingkat biaya kredit (cost of credit) saat awal pandemi pada kuartal II tahun lalu.