Jangan Asal Keruk Hasil Bumi! Ini Tantangan Industri Pertambangan

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 320 2478749 jangan-asal-keruk-hasil-bumi-ini-tantangan-industri-pertambangan-aDp23TQr2I.jpg Tantangan Pertambangan ke Depan. (Foto: Okezone.com/PAM Mineral)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa tantangan industri pertambangan ke depan semakin meningkat.

Ditjen Minerba pun melakukan penataan kegiatan pertambangan setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021, tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, di samping penyelesaian peraturan UU No. 3 Tahun 2020 lainnya, yang tentunya diharapkan dapat menjadikan pengusahaan pertambangan minerba dapat eksis dan kompetitif.

Baca Juga: Jangan Samakan Pertambangan Rakyat dengan Tambang Tanpa Izin

"Pemerintah selalu mengedepankan keberlanjutan fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial masyarakat dengan manfaat ekonominya," ujarnya dalam acara Penghargaan Prestasi Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan Mineral dan Batubara yang Baik Tahun 2021, Rabu (29/9/2021).

Arifin menuturkan, dari sisi keekonomian, biaya operasi penambangan cenderung meningkat. Selain itu, tekanan ketidakstabilan dan fluktuasi harga komoditas menuntut industri pertambangan untuk selalu meningkatkan efisiensi dan meningkatkan produktivitas.

"Di antaranya tantangan kompleksitas operasi dan risiko keselamatan semakin meningkat, serta pengelolaan risk environmental, social, and governance," imbuhnya.

Baca Juga: TKA China dan Arab Dibatasi Bikin Banyak Proyek Molor

Terkait dengan aspek pengelolaan lingkungan ini, Arifin berharap agar kegiatan usaha pertambangan sejalan dengan upaya perlindungan lingkungan hidup semakin menguat.

"Dunia internasional juga menghendaki adanya pergeseran pola pembangunan menuju karbon netral melalui penggunaan EBT serta akselerasi ekonomi berbasis teknologi digital akan menjadi perubahan penting dalam ekonomi kita," tegasnya.

Arifin juga mengakui bahwa dalam era informasi digital, pemerintah menerapkan pembinaan dan pengawasan yang adaptif dengan teknologi, sehingga dengan rentang kendali pengawasan kegiatan usaha minerba yang akan semakin luas ke depannya dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan dapat menjangkau seluruh wilayah pertambangan.

"Saya berharap Dirjen minerba dapat segera menyesuaikan dan meningkatkan sistem perangkat pengawasan beserta peningkatan kompetensi aparat pengawas untuk menjawab isu dan tantangan tersebut," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini