Erick Thohir Sebut Merpati Airlines Bukan BUMN Bangkrut

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 30 September 2021 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 320 2479533 erick-thohir-sebut-merpati-airlines-bukan-bumn-bangkrut-75GszbYLPJ.jpg Merpati Airlines Bukan BUMN Bangkrut. (Foto: Okezone.com/Merpati)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa tidak ada kebangkrutan pada PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). Pasalnya, pemegang saham akan melikuidasi maskapai penerbangan pelat merah karena tidak lagi beroperasi sejak 2008 lalu.

"Ini bukan sesuatu yang BUMN bangkrut, enggak. Emang dari 2008 sudah tidak jalan (Merpati). Sekarang kita perlu percepatan itu (pembubaran)," ujar Erick, saat ditemui di kawasan Telkom, Kamis (30/9/2021).

Baca Juga: Miris, Eks Pilot Merpati Nusantara Curhat Pesangon dan Uang Pensiun Belum Dibayar

Menurutnya, perusahaan yang sudah tidak beroperasi sejak lama harus diselesaikan permasalahannya. Ihwal pesangon karyawan hingga aset Merpati pun sudah ditangani PT Danareksa (Persero) dan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA.

"Karena itu, kita sudah membentuk aset manajemen BUMN di bawah PPA dan Danareksa. Mereka sudah mendatakan, sudah rapat dengan saya dengan Wamen, langkah-langkah yang harus diambil, tinggal tunggu tadi kertas-kertasnya," katanya.

Baca Juga: 1.233 Eks Karyawan Merpati Tagih Pesangon Rp318,1 Miliar

Tercatat, ada 7 BUMN yang masuk dalam list pembekuan atau pembubaran yang dilakukan Kementerian BUMN. Rencananya, pembubaran akan dilakukan hingga 2022 mendatang.

Erick menyebut, proses pembubaran tetap melalui mekanisme hukum dan koordinasi dengan pihak terkait. Pemegang saham sendiri sudah melakukan penilaian baik dari segi aset, tenaga kerja hingga operasional ketujuh perusahaan tersebut.

Adapun 5 dari 7 BUMN yang akan dibubarkan adalah PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Glas (Persero), dan PT Kertas Leces (Persero), PT Merpati Nusantara Airlines (Persero).

"Harus diselesaikan. Apakah pegawainya, apakah asetnya, apakah mungkin bisnisnya. Itukan harus kita lakukan. Tidak bisa digantung," ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini