Bisnis Kaesang Pangarep, dari Sang Pisang hingga Yang Ayam

Hafid Fuad, Jurnalis · Kamis 30 September 2021 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 455 2479258 bisnis-kaesang-pangarep-dari-sang-pisang-hingga-yang-ayam-oL0rZRvGJr.jpg Bisnis Kaesang Pangarep. (foto; Okezone.com)

JAKARTA - Bisnis Kaesang Pangarep dijadikan bahan bagi Presiden Joko Widodo saat berbicara terkait usaha kecil. Kenapa? Kaesang kini dikenal sebagai pengusaha muda dengan berbagai macam bisnis dan brand yang kuat.

Belakangan ini dia semakin sibuk sebagai Direktur klub bola Persis Solo sekaligus menjadi pemegang saham dengan porsi kepemilikan 40%.

Langkahnya sebagai pengusaha bisa disebut mirip dengan ayahnya yaitu Presiden RI Joko Widodo, yang dulunya adalah seorang pengusaha mebel. Sebelum fokus ke dunia politik sebagai Walikota Solo, Jokowi merupakan seorang pengusaha. Sementara Kaesang sendiri merupakan anak bungsu dari Jokowi.

Baca Juga: Dapat Rp28 Miliar, Gibran Serahkan Startup Mangkok Ku ke Kaesang

Seiring dengan pesatnya karir politik bapaknya, popularitas Kaesang bersama dua kakaknya, Gibran Rakabuming dan Kahiyang Ayu pun ikut melejit. Salah satu yang paling disorot adalah ekspansi usaha yang terus dilakukannya. Tapi yang menarik pilihan bisnisnya selalu out of the box alias tidak bisa ditebak. Bahkan ini selalu membuat Joko Widodo geleng-geleng kepala karena tidak menyangka akan masuk ke ranah usaha tersebut.

Tapi bagaimana biografi Kaesang? Kaesang Pangarep merupakan anak ketiga dari Joko Widodo dan Iriana. Dia lahir di Solo, Jawa Tengah pada 25 Desember 1994. Kaesang menempuh pendidikan dasar di SD 16 Mangkubumen Kidul, Laweyan, Solo. Kemudian ia melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP 1 Surakarta.

Selepas SMP, Kaesang melanjutkan di SMA di Singapura, yaitu Anglo-Chinese School International dengan program studi International Baccalaureate. Masih di Singapura dia melanjutkan kuliah di Singapore University o Social Sciences (SUSS) jurusan marketing dengan peminatan komunikasi.

Baca Juga: Penyesalan Kaesang Pangarep Selepas Meninggalnya Ibunda Presiden Jokowi

Usai kuliah Kaesang mulai fokus dengan sejumlah bisnisnya, di samping tetap mengelola media sosial dan akun Youtube.

Semua usaha yang dijalankan Kaesang Pangarep berada di bawah naungan PT Harapan Bangsa Kita atau Hebat. Berikut berbagai usaha yang dijalankan oleh Kaesang dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (30/9/2021).

1. Sang Pisang

Sang Pisang dibangunnya bersama pebisnis asal Makassar, Ansari Kadir. Mereka merintis Sang Pisang pada 2017 lalu. Sang Pisang merupakan bisnis kuliner yang menyajikan panganan berbahan dasar pisang seperti nugget pisang, pisang roll, ice banana, dan minuman dengan topping pisang.

2. Mangkokku

Bisnisnya yang cukup populer adalah Mangkokku. Usaha makanan ini berkonsep jualan ricebowl yang dibangun bersama kakaknya, Gibran Rakabuming, lalu chef Arnold Poernomo, dan juga pengusaha kuliner Randy Kartadinata pada 2019 lalu.

Pada November 2020, startup kuliner ini mendapat pendanaan pertamanya (seed funding) senilai USD2 juta atau setara Rp29 miliar dari firma modal ventura Alpha JWC Ventures.

3. Yang Ayam

Bisnis yang satu ini dirintis Kaesang pada 2019 lalu dengan gerai pertama di Tanjung Duren, Jakarta. Yang Ayam sendiri menyajikan menu nasi ayam dengan kisaran harga Rp 12.727 sampai Rp 21.818 per porsinya. Yan Ayam sendiri menjadi salah satu portofolio venture capital-nya, yakni PT Harapan Bangsa Kita (HEBAT).

4. Ternakopi

Kaesang merambah ke bisnis warung kopi kekinian yang sedang mewabah di kalangan anak muda. Kaesang meluncurkan brand Ternakopi pada 2019 lalu. Kedai pertamanya dibangun di Cipayung, Jakarta Timur. Berbagai varian varian cold brew dihadirkan di Ternakopi, dengan rasa khas Indonesia yang memang tengah digemari.

5. Let's Toast

Kaesang tidak hanya berinovasi dengan menu-menu khas Nusantara, tapi juga berkreasi dengan menu barat. Dia meluncurkan brand Let's Toast, dengan menu pilihan berupa egg sandwich, french toast, dan beberapa pilihan minuman segar.

6. Siap Mas

Brand ini dikelola Kaesang bersama sang kakak, Gibran Rakabuming. Siap Mas menghadirkan sejumlah produk makanan dan minuman seperti Ngedrink dan Kemripik yang dijual di jejaring minimarket.

7. Enigma Camp

Bisnis yang ini berbeda dengan bisnis Kaesang lainnya. Enigma adalah wadah pelatihan programmer yang didirikan pada 2017 lalu. Enigma merupakan bisnis yang menyediakan IT Bootcamp dan IT Talent management untuk menyiapkan programmer siap kerja.

Kaesang pada 2020 sempat menjelaskan bahwa pihaknya berniat melakukan IPO versi mini. Sebagai tahap awal, IPO mini akan menawarkan saham Enigma, salah satu usaha rintisan Kaesang.

8. Sang Javas

Bisnis ini termasuk yang awal didirikan. Sang Javas menawarkan produk kaos yang bergambar karikatur dan juga mengusung ilustrasi dengan tema kekinian. Saat awal memulai bisnis Sang Javas, ia sendiri telah menjual kaos sebanyak 2.000 potong. Lucunya, Kaesang memanggil para pelanggan Sang Javas dengan sebutan “kecebong”.

9. Madhang Indonesia

Setelah clothing line, Kaesang juga mendirikan bisnis lain dengan brand Madhang Indonesia. Bisnisnya kali ini merupakan aplikasi jual beli makanan khas rumahan, sehingga para penjual makanan tak perlu membuka restoran. Hanya upload saja produk makanan yang dijual dan para pembeli bisa membeli produk makanan atau minuman tersebut secara online.

10. Hompimpa Games

Kali ini Kaesang membuka bisnis berupa kartu-kartu permainan bernama Hompimpa. Bisnis permainan kartu-kartu ini bekerja sama dengan Erwin Skripsiadi yang berada di Solo. Kartu permainan ini mirip dengan permainan monopoli, namun dengan konsep yang berbeda. Kartu yang dijualnya ini seharga ratusan ribu rupiah.

11. Sang Javas-Truz

Kaesang kembali merilis brand baru di bisnis pakaian dengan nama Sang Javaz-Truz. Usaha ini memiliki konsep pakaian untuk para skaters dengan sistem kerja sama dengan brand lokal Truz. Bisnis ini dirintis silam lewat pembukaan outlet di Solo pada Februari 2018.

12. Ikan Lele

Pada Februari 2019 Presiden Jokowi pernah mengatakan bahwa Kaesang Pangarep tengah menjajaki bisnis ikan lele. Hal itu karena Kaesang melihat permintaan atas ikan lele sangat besar, sedangkan suplai di pasar masih sedikit.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini