Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terungkap! Krisis Listrik China Dipicu Kelangkaan Batu Bara

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 01 Oktober 2021 |10:00 WIB
Terungkap! Krisis Listrik China Dipicu Kelangkaan Batu Bara
Krisis listrik China dipicu kelangkaan batubaru (Foto: Okezone)
A
A
A

Namun analis Citi mengatakan, mereka memperkirakan kekurangan listrik akan bertahan di puncak musim dingin untuk pemanas, sebagian besar berbahan bakar batu bara. Para ahli juga mendesak reformasi mendasar untuk sistem energi China.

"Krisis itu bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan tetapi sistem jaringan yang tidak fleksibel," kata Zhang Boting dari kelompok riset industri Masyarakat China untuk Rekayasa Tenaga Air.

"Solusinya... tidak hanya mengandalkan peningkatan kapasitas pembangkit listrik, tetapi meningkatkan kemampuan jaringan untuk menyesuaikan puncak dan memecahkan ketidaksesuaian serius antara beban energi dan pasokan energi," katanya lagi.

Batu bara termal berjangka ditutup naik 4,2% pada Kamis (30/9) di Zhengzhou Commodity Exchange setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa 1.408 yuan (USD218) per ton. Kontrak melonjak 96% pada periode Juli hingga September karena pasokan yang ketat dan permintaan yang kuat, lompatan kuartalan terbesar sejak kuartal I-2017, memacu bursa untuk mengadopsi batas perdagangan.

Data resmi secara terpisah menunjukkan aktivitas pabrik China mengalami kontraksi pada bulan September untuk pertama kalinya sejak Februari 2020. Sejak pekan lalu, lebih dari 100 perusahaan dari produsen komponen elektronik hingga penambang emas telah memberi tahu pasar saham tentang penangguhan produksi. Beberapa mengatakan mereka melanjutkan produksi dalam dua hari terakhir.

Ketegangan muncul ketika Asosiasi Industri Batubara China memperingatkan "tidak adanya optimis" tentang pasokan menjelang musim dingin yang musim puncak permintaan, dan menambahkan bahwa persediaan pembangkit listrik sekarang jelas rendah.

Hal ini justru mendesak perusahaan tidak berusaha untuk meningkatkan pasokan dan fokus pada penjualan ke konsumen energi tinggi yang lebih kecil, yang belum menandatangani kontrak pasokan jangka panjang.

Meskipun produksi batu bara mencapai rekor pada bulan Agustus, analis bank investasi China CICC mengatakan serentetan kecelakaan tambang baru-baru ini telah membuat regulator lebih berhati-hati dalam menyetujui ekspansi produksi.

Dampaknya terlebih ke impor yang turun 10,3% pada tahun ini pada periode Januari hingga Agustus, tidak mungkin meningkat secara signifikan selama sisa tahun 2021 dan lebih banyak produksi lokal harus "dibebaskan".

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement