JAKARTA - China mengalami krisis listrik beberapa hari terakhir. Pabrik kecil yang terjebak dalam krisis energi berkepanjangan di China beralih ke generator diesel.
Di Shenyang, staf di pabrik suku cadang baja yang telah ditutup selama beberapa hari terakhir mengatakan mereka belum menyewa generator tetapi mungkin akan melakukannya. Gao Lai, yang menjalankan layanan binatu industri di Shenyang, ibu kota Liaoning, mengatakan dia kehilangan uang setelah pemadaman listrik. Dia pun terpaksa menyewa generator diesel.
“Kami mampu membelinya hanya untuk empat hari, tetapi jika lebih lama, maka biayanya terlalu banyak, sehingga kami tidak dapat bertahan,” katanya kepada Reuters dikutip Jumat (1/10/2021).
Baca Juga: China Dilanda Krisis Energi, Pemadaman Listrik Bisa Sampai 2022
"Jika (pembatasan listrik berlanjut) dalam jangka panjang, kami harus memikirkan jalan keluar," imbuhnya.
Pembatasan tersebut dipicu oleh kelangkaan batu bara, yang menjadi bahan bakar sekitar dua pertiga pembangkit listrik China.
Di sisi lain, pemerintah Beijing berebut mengirimkan lebih banyak batu bara ke utilitas demi memulihkan pasokan. Saat ini China mengalami krisis listrik terburuk dalam beberapa tahun, khususnya tiga provinsi Liaoning, Heilongjiang dan Jilin, yang menampung hampir 100 juta orang.
Zhai Junwang, manajer perusahaan yang menyewakan generator berbahan bakar diesel, mengatakan bisnis yang cepat dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan kenaikan tarif dua kali lipat.
"Stok sangat terbatas," katanya, menambahkan bahwa dia tidak mengharapkan situasi ini bertahan lama, karena sebagian besar pabrik kecil yang menggunakan generatornya merugi.
Pemerintah mengatakan prioritasnya adalah untuk menjamin pasokan listrik dan pemanas rumah tangga selama musim dingin, karena perusahaan energi milik negara Sinopec berjanji untuk meningkatkan impor gas alam cair.