Share

Game Online Diusulkan Masuk TKDN, Ini Respons Menko Luhut

Feby Novalius, Okezone · Jum'at 01 Oktober 2021 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 320 2479778 game-online-diusulkan-masuk-tkdn-ini-respons-menko-luhut-WQlQYFzUa4.jpg Game Online Didorong Ada TKDN. (Foto: Okezone.com/Smartphone.Gadgethacks)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mempertimbangkan ide game online dengan TKDN. Adapun Kementerian Perdagangan mengusulkan komponen digital, seperti game online , bisa masuk dalam perhitungan sebagai salah satu komponen penyusun total kandungan dalam negeri (TKDN).

“Usul Wamendag ini bagus sekali. Ini perspektif baru dalam perhitungan komponen TKDN.” kata Luhut, Jumat (1/10/2021).

Baca Juga: Turnamen Esports Pelajar Terbesar Siap Digelar di Indonesia

Perhitungan terhadap berapa persen komponen nasional selama ini memang hanya didasarkan pada komponen fisik. Untuk produk handphone misalnya, komponen yang dihitung adalah kaca, IC, cassing dan lain-lain. Sementara program yang terkandung dalam handphone itu sendiri tidak dihitung.

Usul Wamendag Jerry Sambuaga ini membuka perspektif baru bahwa industri tidak hanya menghasilkan produk-produk fisik tetapi juga produk-produk digital. Industri digital sendiri sangat berkembang dan merupakan industri yang sangat produktif dari segi ekonomim, penyerapan tenaga kerja dan sebagainya.

Baca Juga: Anak-Anak Hanya Boleh Main Game Online 3 Jam per Minggu

Karena itu, masuknya komponen digital dalam perhitungan TKDN akan bisa mengakselerasi kreatifitas anak negeri dalam mengembangkan industri digital.

“Sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo yaitu harus ada transformasi ekonomi menuju Industri 4.0, kita juga harus mengakselerasi pertumbuhan industri digital. Karena itu saya mengusulkan produk digital bisa menjadi perhitungan TKDN sehingga karya digital anak negeri bisa masuk, dikenal dan akhirnya digunakan,” ujarnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Wamendag sendiri mengaku sudah berkeliling Indonesia dan bertemu dengan para pembuat, pelaku dan investor produk-produk digital. Potensinya menurut Wamendag luar biasa.

“Yang harus dilakukan adalah fasilitasi secara holistik dan integratif, dari hulu ke hilir dan oleh semua stake holder khususnya Pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, jika industri digital bisa berkembang, ini akan menjadi alternatif ekspor yang sangat bagus. Industri digital banyak diminati oleh generasi milenial dan generasi X. Keuntungan lain dari industri digital terletak pada proses penjualannya yang relatif tidak terlalu kompleks seperti halnya pada penjualan produk barang.

“Pemasaran industri digital itu relatif sederhana. Tidak perlu pelabuhan, container dan sebagainya. Yang perlu hanya integrasi digital itu sendiri, antara produsen, sistem pembayaran dan langsung ke konsumen. Jadi relatif mudah pengurusannya.” tambah Jerry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini