RI Kebanjiran Pesanan Produk Berkat Perang Dagang

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Selasa 05 Oktober 2021 05:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 320 2481100 ri-kebanjiran-pesanan-produk-berkat-perang-dagang-jxXIiY125g.jpg Ekspor RI Meningkat karena Perang Dagang. (Foto: Okezone.com/Pelindo)

JAKARTA - Indonesia kebanjiran permintaan ekspor akibat perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS). Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi.

Menanggapi fenomena ini, dia meminta pemerintah serta stakeholder terkait agar memfasilitasi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk dapat memperluas pangsa pasarnya sampai ke pasar global.

Menurut Mendag, tarif pengiriman barang ekspor melalui laut saat ini meningkat lima hingga sepuluh kali lipat dari sebelumnya, menjadi USD10 ribu hingga USD20 ribu per kontainer. Dia pun mengusulkan pengiriman jalur udara alih-alih laut bagi pelaku UKM, khususnya mereka yang menjual produk ukuran kecil atau ringan.

Sementara itu, Ketua Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan, Kadin Indonesia akan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk mencari solusi tantangan dan hambatan para pelaku usaha. Dia juga mengaku bakal berupaya memprioritaskan ekspor ke negara-negara yang memiliki Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Indonesia.

Baca selengkapnya: Berkah Perang Dagang, Mendag: RI Kebanjiran Permintaan Produk ke Luar Negeri

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini