Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Hubungan Antar Lembaga sekaligus ketua delegasi Indonesia Luhur Pradjarto mengatakan, para pelaku UKM kopi tersebut difasilitasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM dalam upaya memperluas akses pasar produk kopi Indonesia pada kegiatan Specialty Coffee Expo.
Pada kesempatannya Luhur menekankan, Kementerian Koperasi dan UKM akan terus mendukung pelaku sektor kopi Indonesia dalam meningkatkan pemasaran produk kopi Indonesia di pasar Amerika Serikat melalui fasilitasi pada pameran Specialty Coffee Expo 2021.
Pameran ini strategis bagi segmen pasar kopi Indonesia karena diikuti oleh kurang lebih 200 pelaku usaha produsen kopi dan peralatan pengolah kopi dari 30 negara, seperti Colombia, Guatemala, Honduras, Ethiopia, Puerto Rico, Turki, Rwanda, Belgia, Korea Selatan.
“Estimasi potensial order yang dapat dibukukan sementara adalah senilai USD2,172 juta atau lebih dari Rp31 miliar untuk jenis kopi Arabika,” tutur Luhur.
Sejumlah negara yang telah melayangkan order dan sample order di antaranya Turki, Arab Saudi, Peru, Jepang, Korea Selatan, Finlandia, dan AS. Bahkan Gubernur Provinsi Risaralda dari Columbia, Victor Manuel Tamayo Vargas, menyatakan apresiasinya terhadap kopi Indonesia dan mengundang kehadiran pelaku usaha kopi Indonesia untuk berpromosi di negaranya secara langsung pada tahun ini.
Menurut Hari Edi Soekirno, Atase Pertanian Kedutaan Besar Republik Indonesia Wasington DC, acara ini akan kami ikuti pada setiap tahunnya. Perlu persiapan lebih matang pada acara berikutnya, sehingga target akan kita capai maksimal. Kementerian Pertanian sedang mempersiapan acara One Day With Indonesian Coffee, Fruit and Flower yang akan dilaksanakan di 10 negara salah satunyan di Amerika pada bulan November ini.
"Kami mewakili Kedutaan Republik Indonesia Wasington DC menyampaikan terima kasih kepada 37 UMKM bidang Kopi dan Teh yang sudah menyampaikan produk untuk dihadirkan pada etalase Indonesia," ucapnya.