6 Fakta Guru Honorer Lulus Jadi PPPK, Waspada Calo Bergentayangan

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 320 2483429 6-fakta-guru-honorer-lulus-jadi-pppk-waspada-calo-bergentayangan-9RjtkYH10c.jpg Seleksi PPPK Guru (Foto: Okezone)

JAKARTA - Hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru tahap I telah diumumkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hasilnya, terdapat 173.329 peserta yang dinyatakan lolos.

Pengumuman ini disampaikan pukul 12 siang, Jumat (8/10/2021). Adapun diketahui bahwa formasi yang dibuka pada seleksi PPK guru tahun ini sebanyak 506.252 formasi.

Dirangkum Okezone pada Jumat, berikut enam fakta hasil seleksi PPPK Guru:

1. Penambahan Jumlah Peserta Lolos

Seperti diketahui, terdapat 506.252 formasi yang dibuka. Namun, awalnya hanya 322.663 formasi yang mendapatkan pelamar pada seleksi tahap pertama. Kemudian, hanya diperoleh 90.836 peserta lulus pada seleksi PPPK Guru tahap I.

Baca Juga: Guru yang Lulus Seleksi PPPK Tahap I Bertambah, Kok Bisa?

Pasalnya, banyak dari peserta yang tidak memenuhi ambang batas nilai atau passing grade. Pemerintah pun melakukan kebijakan afirmasi dengan penurunan passing grade dalam Keputusan MenPANRB (Kepmenpanrb) Nomor 1169 Tahun 2021 tentang Pengolahan Hasil Seleksi Kompetensi I dan Penyesuaian Nilai Ambang Batas PPPK Guru 2021, sehingga jumlah peserta lolos naik 173.329 orang.

2. Berbagai Kategori Afirmasi Nilai, Honorer Bisa Dapat

Kepmenpanrb di atas mengatur ambang batas kelulusan yang diatur dalam tiga kategori.

“Ini ada afirmasi nilai. Pertama, mereka yang memiliki sertifikat pendidik ini 100% afirmasinya. Kemudian, jika usia di atas 35 tahun dan masih guru aktif, juga mendapatkan afirmasi tambahan nilai 15%. Untuk disabilitas juga mendapatkan afirmasi 10%, sedangkan tenaga honorer K2 mendapat afirmasi 10%,” kata Bima,

Sementara dalam ambang batas kategori 2 diatur, 110 untuk seleksi kategori manajerial dan sosial kultural serta 20 untuk wawancara. Nilai ambang kategori 2 tersebut diperuntukkan bagi peserta paling rendah berusia 50 tahun pada saat pendaftaran. Sehingga, kategori 2 ini dibebaskan dari passing grade seleksi kompetensi teknis.

Baca Juga: Aturan Terbaru Passing Grade PPPK Guru 2021, Cek di Sini

Kemudian, ambang batas kategori 3 mengatur nilai seleksi kompetensi teknisnya sesuai dengan ambang batas setiap mata pelajaran dalam lampiran Kepmenpanrb yang ditandatangani Tjahjo Kumolo tanggal 6 Oktober. Sementara itu, ambang batas kompetensi manajerial dan sosiokultural adalah 130 dan ambang batas nilai wawancara adalah 24.

3. Bisa Ajukan Sanggahan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKN, Bima Haria Wibisana mengatakan, peserta seleksi dapat memberikan sanggahan atas pengumuman nilai.

"Para peserta boleh melakukan sanggah terhadap hasil kalau mereka merasa bahwa nilai-nilainya tidak sesuai apa yang mereka dapatkan. Jadi, ada masa sanggah peserta.,” katanya dalam konferensi persnya, Jumat (8/10/2021).

Bima menguraikan, peserta memiliki waktu tiga hari untuk melakukan sanggahan, sementara panitia harus menjawab sanggahan tersebut dalam waktu tujuh hari.

4. Peserta Lulus, Segera Dibuatkan NIP 

BKN memastikan bahwa peserta lolos seleksi PPPK Guru Tahap I bakal segera dibuatkan nomor induknya. Menurut BKN, penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) tidak akan menunggu selesainya seluruh tahapan seleksi.

Meski begitu, Bima mengaku proses NIP bakal membutuhkan waktu karena jumlah peserta lolos sangat banyak. Di sisi lain, pemerintah daerah juga perlu mengusulkan nama-nama yang akan diberikan NIP.

“Secara administrasi juga membutuhkan waktu karena jumlahnya besar sekali. Dan pemerintah daerah yang memiliki formasi itu perlu mengusulkan ke BKN nama-nama yang akan dimintai untuk ditetapkan nomor induk PPPK gurunya,” tuturnya.

5. Semua Prosesnya Elektronik

Kepala BKN menyebut, pengumuman maupun penetapan NIP dilakukan dengan serbaelektronik.

“Dari BKN, baik pengumuman maupun pertimbangan teknis nomor induk PPPK, kami menggunakan tanda tangan elektronik,” katanya dalam konferensi persnya, Jumat (8/10/2021).

6. Peserta, Jangan Percaya Calo!

Pelaksanaan seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk seleksi PPPK Guru, tampaknya masih dibayangi modus penipuan dari para calo. Mewaspadai hal ini, Kepala BKN pun mengingatkan agar peserta tidak percaya pada calo yang saat ini tengah marak.

Dia juga memastikan, tidak kemungkinan lolos karena calo, apalagi jika yang digunakan adalah tanda tangan basah.

"Kami berharap para peserta tidak percaya pada calo-calo yang sekarang ini banyak sekali bergentayangan yang menjanjikan kelulusan peserta ... karena tidak mungkin. Kami melakukannya secara elektronik. Apalagi kalau ada tanda tangan basah yang banyak beredar nama saya dan nama pak menpanrb digunakan sebagai SK palsu," jelas Bima.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini