Krisis Energi Belum Mereda, Harga Minyak Dunia Naik

Antara, Jurnalis · Sabtu 09 Oktober 2021 08:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 09 320 2483646 krisis-energi-belum-mereda-harga-minyak-dunia-naik-UnXfxSkcjT.jpg Harga Minyak Dunia (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga minyak kembali menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena krisis energi global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda mendorong harga minyak ke level tertinggi multi-tahun saat negara-negara pengguna listrik besar berjuang untuk memenuhi permintaan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember terangkat 44 sen atau 0,5 persen, menjadi menetap di 82,39 dolar AS per barel. Awal pekan ini, acuan global itu mencapai level tertinggi tiga tahun di 83,47 dolar AS.

Sementara, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November melonjak 1,05 dolar AS atau 1,3 persen, menjadi ditutup pada 79,35 dolar AS per barel. Itu adalah penutupan tertinggi untuk minyak AS sejak 31 Oktober 2014.

Untuk minggu ini, minyak mentah WTI melonjak 4,6 persen, sementara Brent naik 3,9 persen, berdasarkan kontrak bulan depan.

Baca Juiga: Harga Minyak Rebound, Brent Naik Jadi USD81,9/Barel

Sekalipun permintaan di seluruh dunia meningkat karena aktivitas ekonomi pulih dari posisi terendah pandemi, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan produsen sekutu yang dikenal dengan OPEC+ minggu ini mengatakan mereka akan tetap berada di jalur untuk mengembalikan produksi secara bertahap.

Sementara itu pemerintah AS mengatakan sedang memantau pasar energi, tetapi tidak mengumumkan tindakan segera untuk menurunkan harga-harga, seperti pelepasan dari cadangan minyak strategis, yang selanjutnya mendukung pasar minyak. Bensin berjangka AS juga ditutup pada level tertinggi sejak Oktober 2014 pada Jumat (8/10/2021).

Baca Juga: Harga Minyak Melesat ke Level Tertinggi dengan Banderol USD81,2/Barel

"Latar belakang fundamental adalah salah satu dari ketatnya pasokan yang akan terus mendorong harga-harga ini terus naik," kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.

Karena pasar-pasar energi telah diperketat dalam menghadapi permintaan bahan bakar yang meningkat, banyak yang khawatir bahwa musim dingin yang sangat dingin dapat semakin membebani pasokan gas alam. China memerintahkan para penambang di Mongolia Dalam untuk meningkatkan produksi batu bara untuk mengurangi krisis energinya.

"Karena harga-harga energi lain seperti gas alam dan batu bara terus didorong lebih tinggi, risiko-risiko kenaikan di pasar minyak telah mulai meningkat," kata Christopher Kuplent dari Bank of America.

Kenaikan harga telah didorong oleh melonjaknya harga-harga gas Eropa, yang telah mendorong peralihan ke minyak untuk pembangkit listrik.

Harga acuan gas Eropa di pusat TTF Belanda pada Jumat (8/10/2021) berdiri di setara minyak mentah sekitar 200 dolar AS per barel, berdasarkan nilai relatif dari jumlah energi yang sama dari masing-masing sumber, menurut perhitungan Reuters berdasarkan data Eikon.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini