BI: Survei Penjualan Eceran Alami Perbaikan

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 11 Oktober 2021 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 320 2484441 bi-survei-penjualan-eceran-alami-perbaikan-Dx5YyJ6zLp.jpg Bank Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) pada Agustus 2021 terindikasi mengalami perbaikan. Seiring hal tersebut, responden memprakirakan kinerja penjualan eceran September 2021 terus membaik secara bertahap.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan hal ini tercermin dari IPR September 2021 sebesar 190,3 atau mencatat kontraksi yang makin mengecil secara tahunan.

"Secara tahunan, pertumbuhan penjualan eceran September 2021 diprakirakan sebesar -1,8% (yoy), tidak sedalam -2,1% (yoy) pada bulan sebelumnya. Mayoritas kelompok mencatatkan perbaikan, terutama didorong oleh kenaikan penjualan kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat," kata Erwin di Jakarta, Senin (11/10/2021).

Baca Juga: BI Buka Penukaran Uang Rusak Mulai 8 Oktober, Simak Cara dan Jadwalnya

Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2021 tercatat sebesar 192,5 atau tumbuh 2,1% (mtm), terakselerasi dari bulan sebelumnya sebesar -5,0% (mtm). Peningkatan tersebut terutama bersumber dari Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, subkelompok Sandang, dan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Responden menyatakan peningkatan penjualan didorong oleh permintaan masyarakat sejalan dengan pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas di berbagai daerah.

Baca Juga: Kredit UMKM Naik, BI: Optimisme di Tengah Pandemi

Secara tahunan, kinerja penjualan eceran pada Agustus 2021 tercatat kontraksi -2,1% (yoy), membaik dari kontraksi -2,9% (yoy) pada bulan sebelumnya, terutama didorong perbaikan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori.

Sementara itu, secara bulanan IPR September 2021 diprakirakan tumbuh -1,1% (mtm), dari 2,1% (mtm) pada Agustus 2021. Kelompok yang mengalami penurunan, terutama Kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.

Dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada November 2021 dan Februari 2022 diprakirakan meningkat. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) November 2021 dan Februari 2022 masing-masing sebesar 124,8 dan 138,7, lebih tinggi dibandingkan 123,0 dan 134,2 pada periode sebelumnya. Responden sejak Juli s.d Agustus menyatakan hal tersebut masih dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini