Share

Cara Mengatur Gaji agar Tak Cepat Habis

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Senin 11 Oktober 2021 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 622 2484600 cara-mengatur-gaji-agar-tak-cepat-habis-Z1wBQjqbUX.jpeg Cara mengelola gaji agar tidak cepat habis (Foto: Okezone)

JAKARTA – Uang gaji wajib dikelola dengan bijak agar tak cepat habis. Mengelola keuangan harus dilakukan karena uang gaji dibutuhkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.

Sayangnya, saat gajian seringkali seseorang kalap membeli hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan tanpa mengalokasikan dana untuk hal penting terlebih dulu. Akibatnya, uang yang didapat akan lebih cepat habis di awal bulan.

Baca Juga: Viral Pegawai Posting Slip Gaji dan Dipecat, Jawaban Kemnaker Mengejutkan

Untuk mencegah hal tersebut, Perencana keuangan dan CEO Zap Finance, Prita Hapsari Ghozie, membagikan tips agar gaji yang Anda terima tidak cepat habis. Mulai dari menyisihkan untuk zakat, hingga alokasi untuk living-saving-playing.

Baca Juga: 7 Cara Mengatur Gaji Bulanan Menurut Syariat Islam Supaya Lebih Berkah

“Keluarkan kewajiban zakat dulu dan sebisa mungkin sedekah atau untuk donasi dan berbagi kepada keluarga yang sedang membutuhkan. Setelahnya pakai dong trik living-saving-playing yang terbukti sukses membantu banyak banget #temanPrita selama ini,” tulis Prita di akun Instagram pribadinya @pritaghozie, Senin (11/10/2021).

Prita menjelaskan, bagilah gaji Anda menjadi tiga pos. Adapun tiga pos tersebut, yaitu Living 50% (biaya hidup dan cicilan), Saving 30% (dana darurat, menabung, dan investasi), kemudian Playing 20% (self reward dan hadiah).

Kemudian, kata dia, agar alokasi Saving berjalan dengan disiplin, maka Anda bisa memilih untuk berinvestasi properti. Sebab dengan mencicil properti, mau tidak mau Anda harus mengalokasikan dana di awal gajian.

“Supaya alokasi saving pasti berjalan dengan disiplin, maka kita pun bisa memilih jalan ninja dengan berinvestasi yang memaksa alokasi di awal gajian. #temanPrita, salah satu opsinya dengan mencicil properti,” ujar Prita.

Lanjut Prita, untuk berinvestasi properti ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, beli aset sesuai kemampuan cicilan untuk investasi. Kedua, beli properti yang mudah disewakan atau dijual kembali di masa mendatang.

“Ohya, meski pun judulnya mencicil untuk investasi, tetap patuhi aturan dasar maksimal 30% dari gaji dan juga kemampuan membayar cicilan sampai selesai ya,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini