Harga Emas Balik Menguat, Inflasi Jadi Sorotan

Antara, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 320 2485419 harga-emas-balik-menguat-inflasi-jadi-sorotan-CDJwsMszYu.jpg Harga Emas Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)

CHICAGO - Harga emas rebound pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas menguat karena meningkatnya kekhawatiran inflasi membuat selera terhadap aset-aset risiko dan mendorong permintaan logam yang dinilai lebih aman.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange menguat USD3,6 atau 0,21% menjadi USD1.759,30 per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka turun USD1,7 atau 0,1% menjadi USD1.755,70.

Baca Juga: Harga Emas Turun Terbebani Penguatan Dolar AS

Krisis energi global telah mengancam prospek ekonomi dan memicu ketakutan inflasi, kemudian mendorong beberapa investor beralih menuju aset-aset yang lebih aman.

"Kami melihat dukungan yang datang dari gagasan umum bahwa tekanan inflasi akan cukup untuk menahan emas di tengah lingkungan, tempat kami melihat Federal Reserve perlahan bergerak untuk mengurangi pembelian aset," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, dikutip dari Antara, Rabu (13/10/2021).

Akan tetapi, kata Meger, secara keseluruhan dolar membatasi kenaikannya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp2.000, Kini Dijual Rp912.000/Gram

Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai inflasi. Namun, pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, yang diterjemahkan menjadi peluang kerugian yang lebih tinggi memegang emas yang tidak membayar bunga.

"Ada lebih banyak penghindaran risiko di pasar dan emas diuntungkan dari itu, ditambah dengan kekhawatiran tentang inflasi dan pendinginan ekonomi global," kata Analis Commerzbank Daniel Briesemann.

Jika pembicaraan stagflasi makin mengemuka, kata Briesemann, emas bisa mencapai USD1.900 di akhir tahun karena suku bunga akan tetap relatif rendah, bahkan ketika Fed mulai melakukan tapering.

Fokusnya pada risalah dari pertemuan kebijakan Fed 21—22 September dan indeks harga konsumen, keduanya akan dirilis pada hari Rabu waktu setempat.

Emas juga mendapat dukungan setelah Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2021 dan 2022.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan Desember turun 15,1 sen atau 0,6% menjadi USD22,514 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USd4,8 atau 0,48% menjadi USD1,011,7 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini