38 Perusahaan Masuk Pasar Modal RI, Menko Luhut: Tertinggi di Asean

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 14 Oktober 2021 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 278 2486183 38-perusahaan-masuk-pasar-modal-ri-menko-luhut-tertinggi-di-asean-56fOZOAhSy.png Menko Luhut soal Pasar Modal (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui tingkat kedalaman pasar Indonesia relatif lebih rendah dibandingkan emerging market lainnya.

Data menunjukkan kapitalisasi pasar Indonesia 2020 baru menunjukkan 47 persen dari PDB di bawah India 99 persen, dan Malaysia 130 persen.

Namun, kini pasar modal Indonesia mampu menjadi terbesar di wilayah Asean dalam hal perusahaan yang mencatatkan sahamnya di pasar modal.

"Dari awal tahun sampai 8 Oktober 2021 jumlah pencatatan baru saham atau new listing mencapai 38 perusahaan dan calon perusahaan yang sedang mengantre atau masuk pipeline sebanyak 25 perusahaan. Angka pencatatan baru juga tertinggi di Asean dan nomor 12 dunia," ujar Luhut dalam acara pembukaan Capital Market Summit & Expo 2021, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga: Dirut BEI Bangga, Jumlah Investor hingga Aktivitas Perdagangan Naik di Tengah Pandemi

Luhut menambahkan, pasar modal memiliki peran vital dalam mendorong perekonomian Indonesia. Menurutnya, dalam satu dekade terakhir, pasar modal telah berperan sebagai penyediaan dana pembangunan.

"Inisiatif dan akselerasi pengembangan pasar keuangan perlu dikembangkan. Upaya telah dilakukan dan menunjukkan capaian patut dibanggakan," katanya.

Luhut menambahkan, pada Januari-8 Oktober 2021 rata-rata frekuensi transaksi Bursa mencapai 1,2 juta meningkat 90 persen dibandingkan 2020. Selain itu, data frekuensi harian juga mencatatkan rekor terbesar yang terbaru tercatat 2,1 juta lebih pada 9 Agustus 2021.

Selain itu, jumlah investor di pasar modal Indonesia sampai 30 September 2021 menyentuh angka 6,4 juta investor atau meningkat 64 persen. Catatan tersebut didominasi investor retail sebanyak 90 persen dari total keseluruhan investor.

"Ini pencapaian membanggakan. Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) investor retail berkontribusi 64 persen dari total RNTH meningkat dibanding 2020 sebesar 48 persen. Proporsi institusi terhadap RNTH yang saat ini alami penurunan," kata dia.

Dengan catatan tersebut, dia menuturkan bahwa semakin banyak generasi milenial dan generasi z yang proporsinya 58 persen dari total investor ritel yang melek terhadap investasi saham.

Luhut menyampaikan bahwa momentum yang terjadi di pasar modal Indonesia harus dijaga agar pasar modal stabil dan kuat agar menjadi katalis positif untuk mendukung perekonomian Indonesia.

"Untuk itu kita harus beradaptasi dan mengenali peluang yang ada. Oleh karena itu pasar modal yang krusial ini demi perekonomian kita. Keberhasilan (penanganan) Covid menunjukkan dengan kerja sama yang baik bisa kita atasi masalah," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini