Butuh Duit Bayar Utang, Maskapai Ini Jual Tanah Rp8,5 Triliun

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 320 2486791 butuh-duit-bayar-utang-maskapai-ini-jual-tanah-rp8-5-triliun-Vp6zWMEQyK.jpg Qantas Airways Berencana Menjual Tanah. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA – Maskapai penerbangan Australia, Qantas Airways berencana menjual tanah dekat Bandara Sydney ke perusahaan LOGOS Properti Group sebesar USD595 juta atau setara Rp8,5 triliun (kurs Rp14.300 per USD).

Hal ini dilakukan untuk mengurangi utang setelah operator pulih dari posisi terendah pandemi. Penyelesaian sebagian besar lot diharapkan akan berakhir pada 31 Desember.

Baca Juga: Arahan Presiden, Turis Asing ke Bali Wajib Punya Asuransi Kesehatan

"Kami akan menggunakan dana ini untuk membantu membayar utang yang kami kumpulkan selama pandemi. Kekuatan penjualan ini dan dampaknya pada neraca kami, berarti kami dapat kembali berinvestasi di bagian inti bisnis lebih cepat," kata CEO Qantas Group, Alan Joyce, dilansir dari Reuters, Jumat (15/10/2021).

Diketahui saham Qantas diperdagangkan 2,3% lebih tinggi, menjelang kenaikan 0,5% di pasar yang lebih luas.

Baca Juga: Turis Asing Masuk Bali, Ini Syarat dari Menko Luhut

Qantas mengatakan pihaknya telah memasuki pembicaraan dengan LOGOS tentang potensi opsi pengembangan di masa depan untuk situs yang diakuisisi, termasuk kawasan khusus maskapai dan penjualan tanah tambahan di dekat tempat yang akan dijual.

Selain itu, juga berharap untuk menyelesaikan evaluasi proposal diawal tahun 2022 dan jika kesepakatan tercapai potensi meningkatkan nilai total kesepakatan menjadi lebih dari 1 miliar dolar Australia.

LOGOS mengakui pembelian ini didukung oleh Otoritas Investasi Abu Dhabi melalui LOGOS Australia Logistics Venture serta dana pensiun AustralianSuper.

Rencananya untuk mengembangkan situs tersebut menjadi pusat logistik, e-commerce, dan logistik jarak jauh. Setelah selesai, pengembangan ini diperkirakan memiliki nilai akhir 2 miliar dolar Australia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini