Harga Emas Berjangka Tertekan Kenaikan Bunga Obligasi AS

Antara, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 07:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 320 2488354 harga-emas-berjangka-tertekan-kenaikan-bunga-obligasi-as-6oOounSObo.jpg Harga emas berjangka turun (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga emas berjangka kembali melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga emas mencatat kerugian hari kedua berturut-turut karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS mengurangi daya tariknya, meskipun sentimen penghindaran risiko di pasar keuangan yang lebih luas membatasi kerugian untuk logam.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD2,6 atau 0,15%, menjadi ditutup pada USD1.765,70 per ounce.

Baca Juga: Naik Seceng, Harga Emas Antam Dipatok Rp915.000/Gram

"Jika imbal hasil terus meningkat, hambatan akan tetap signifikan untuk emas," kata analis OANDA, Craig Erlam.

"Kecuali pasar mulai mempertimbangkan berita buruk bagi ekonomi dan pasar saham, yang mungkin menjadi langkah rasional berikutnya jika pembuat kebijakan bersikeras untuk melakukan pengetatan bahkan ketika pemulihan tetap lamban dan risiko penurunan signifikan."

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Tajam, Kini Dibanderol Rp914.000/Gram

Sentimen di pasar keuangan yang lebih luas tetap lemah karena pertumbuhan ekonomi di China melambat, sementara lonjakan harga minyak yang tak henti-hentinya memicu kekhawatiran tentang peningkatan inflasi.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan naik karena investor meningkatkan taruhan kenaikan suku bunga, sementara indeks dolar tetap stabil.

Sementara emas dipandang sebagai lindung nilai inflasi, emas juga bersaing dengan greenback untuk status safe-haven. Pengurangan stimulus bank sentral dan prospek kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, membebani emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor semakin memperkirakan Federal Reserve AS untuk mulai mengurangi pembelian aset setelah data menunjukkan peningkatan yang solid dalam harga-harga konsumen AS bulan lalu.

"Jika The Fed mempercepat agenda pengetatan kebijakannya, memperkuat dolar di sepanjang jalan, itu akan melemahkan emas," kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity.

Namun laporan Federal Reserve pada Senin (18/10/2021) bahwa produksi industri AS turun 1,3% pada September, jauh lebih besar dari yang diharapkan karena efek Badai Ida yang masih ada terus menghambat aktivitas, memberikan beberapa dukungan pada emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 8,5 sen atau 0,36%, menjadi ditutup pada USD23,264 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD21 atau 1,98%, menjadi ditutup pada USD1.037,90 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini