Nilai Ekspor Indonesia USD21,4 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 21 Oktober 2021 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 320 2489457 nilai-ekspor-indonesia-usd21-4-miliar-tertinggi-sepanjang-sejarah-cwt6k2ZYYu.jpg Nilai Ekspor Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebut neraca perdagangan Indonesia saat ini memiliki kinerja yang sangat baik. Tercatat selama 17 bulan terakhir neraca perdagangan Indonesia terus menunjukkan tren surplus didukung dengan nilai ekspornya.

"Jadi surplus tertinggi terjadi pada Agustus 2021 lalu yang mencapai USD4,7 miliar dengan rekor capaian nilai ekspor tertinggi per bulan dalam sejarah Indonesia yaitu sebesar USD21,43 miliar," ujar Mendag Lutfi dalam Opening Ceremony Trade Expo Indonesia - Digital Edition (TEI-DE) 2021, Kamis (21/10/2021).

Total ekspor Indonesia selama periode Januari hingga September 2021 juga mencatat pertumbuhan sangat baik, mencapai USD163,4 miliar atau tumbuh setiap tahunnya sebesar 40,4%.

Baca Juga: Pasar Tanaman Hias Tembus Rp3.000 Triliun, Indonesia Baru Raup Keuntungan 0,01%

Namun Indonesia harus tetap waspada karena tantangan perdagangan global saat ini menjadi sangat kompleks. Pandemi Covid-19 masih belum selesai, ancaman krisis energi, krisis pangan, persaingan era digital, kenaikan harga komoditas, perubahan global supply chain serta isu lingkungan dan perubahan iklim juga menjadi tantangan yang baru dan perlu diwaspadai.

"Oleh sebab itu kami terus berupaya meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia, kami terus mendorong agar struktur ekspor Indonesia tidak boleh lagi didominasi oleh barang mentah tetap ekspor dengan bernilai tambah," kata Mendag Lutfi.

Baca Juga: Ekspor RI Sepanjang September Meroket 47% Sebesar USD20,6 Miliar 

Peningkatan akses pasar di negara mitra juga terus dilakukan Kemendag untuk terus mendukung pertumbuhan ekspor non migas setelah terwujudnya Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan Indonesia-Korea CEPA di penghujung tahun 2020.

"Tahun ini Indonesia harus berupaya memperluas akses pasar dengan berfokus pada penyelesaian perundingan perdagangan dengan negara mitra non tradisional di Asia Selatan dan Afrika," ujarnya.

Beberapa perundingan dengan negara mitra non tradisional menjadi prioritas untuk segera Kemendag selesaikan tahun ini, diantaranya dengan Uni Emirat Arab, Tunisia, Bangladesh dan Pakistan.

Disamping itu, Indonesia juga berfokus pada penyelesaian perundingan Indonesia-Turkey CEPA, Indonesia-EU CEPA yang berpotensi besar bagi Indonesia untuk menembus pasar-pasar Eropa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini