Dikejar Target Investasi Rp900 Triliun, Sanggup Pak Bahlil?

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 21 Oktober 2021 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 320 2489665 dikejar-target-investasi-rp900-triliun-sanggup-pak-bahlil-NM6mnPzteV.jpg Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengejar target investasi sebesar Rp900 triliun di tengah pandemi Covid-19. Hingga kini realisasi investasi mencapai 49,6%.

"2021 adalah di mana kami Kementerian Investasi diberikan target investasi sebesar Rp900 triliun dan hari ini sudah mampu terealisasikan sebesar 49,6% dari total target tersebut. Dimana dari 49,6% tersebut untuk foreign direct investment kita itu sekitar 50,2%, sementara PMDN kita itu 49,8%," ujar Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dalam TTI Forum: Reviving Global Trade through Strengthening Regional Economic Partnership secara virtual, Kamis (21/10/2021).

Baca Juga: Wih! Potensi Investasi di Jawa Barat Capai Rp717 Triliun

Meski kita semua hidup di era pandemi Covid-19, kata Bahlil, Foreign Direct Investment (FDI) global menurut beberapa kajian lembaga survei dunia itu turun sekitar 30-40%, namun Indonesia turunnya tidak lebih dari 7,5%.

Baca Juga: Investasi SDM Digital untuk Perempuan Perlu Diperkuat

"Trust dunia kepada kita sebenarnya semakin baik, apalagi UU cipta kerja sudah kita selesaikan dan sekarang sudah kita implementasikan sekalipun belum maksimal. Ternyata kekuatan investasi domestik kita kalau kita urus dengan baik itu cukup memberikan suatu opportunity yang sangat luar biasa. Kenapa? Di tahun 2020, ketika FDI kita turun, ternyata yang menutupi kejomplangan itu adalah PMDN kita," ujar Menteri Bahlil.

Masalahnya adalah Bahlil akui masih banyak investasi-investasi yang sudah clear tapi tidak kita eksekusi karena terjadi persoalan tanah, umpan tinggi kepentingan A dan B.

"Nah dari total investasi mangkrak, yang kami lakukan pada investasi pertama sekitar Rp708 triliun itu sudah hampir selesai, sekarang sudah hampir Rp600 triliun," katanya.

Mengambil contoh dari kejadian ini, Kementerian Investasi sekarang mengawal investor secara end-to-end atau dari hulu ke hilir, dan mereka membentuk tim untuk terjun langsung mengecek satu persatu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini