Asosiasi Pilot Garuda Tolak Tes PCR Jadi Syarat Naik Pesawat

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 26 Oktober 2021 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 320 2491739 asosiasi-pilot-garuda-tolak-tes-pcr-jadi-syarat-naik-pesawat-dB4mcil8ZB.jpg Penerbangan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Asosiasi Pilot Garuda (APG) mengatakan adanya keberatan atas kebijakan penumpang pesawat dari dan ke Bali diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes PCR.

Sebelumnya pemerintah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19 dan SE Kementerian Perhubungan Nomor 88 tahun 2021.

"Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19 terutama point 5.a.1.d.1 yang mengatur tentang 'Penumpang pesawat yang melakukan perjalanan dari dan ke Pulau Jawa dan Bali wajib menunjukkan hasil tes Negatif Covid-19 dengan metode RT-PCR dalam kurun waktu 2x24 jam', kami dari Asosiasi Pilot Garuda (APG) menyatakan keberatan dengan SE tersebut," jelas APG dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga: Makin Murah! Harga PCR Akan Turun Jadi Rp300 Ribu dan Berlaku 3x24 Jam

Sebelumnya APG mengapresiasi pencapaian pemerintah yang berhasil menekan angka penularan Covid-19 dan sangat mendukung upaya menangani pandemi dengan adanya program vaksinasi dari penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) terutama terhadap pelaku perjalanan dalam negeri, namun APG menyayangkan penerapan aturan tersebut. Mengingat pemulihan ekonomi dari sektor transportasi udara dan pariwisata dalam dua bulan terakhir sudah menunjukkan proses membaik yang cukup signifikan.

Baca Juga: Naik Pesawat Wajib PCR, Menko Luhut Buka Suara

"Namun ketika aturan persyaratan perjalanan moda transportasi udara diperketat kembali dengan aturan diatas, ini akan kembali memberatkan calon penumpang dan berdampak langsung kepada berkurangnya tingkat keterisian pesawat yang pada akhirnya memukul sektor pariwisata," katanya.

Padahal, teknologi pesawat juga dilengkapi dengan HEPA filter yang berfungsi mencegah penularan virus di dalam pesawat dan berdasarkan penelitian dari berbagai pihak menunjukkan angka penularan Covid-19 di pesawat sangat kecil dibandingkan dengan moda transportasi lainnya. Prokes yang ketat serta persyaratan vaksinasi juga diterapkan baik bagi awak pesawat maupun penumpang.

"Mengingat dampak dari aturan tersebut terhadap industri penerbangan dan pariwisata, kami berharap agar Kementrian dan pihak-pihak terkait melakukan peninjauan kembali dengan tetap memperhatikan kondisi perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di lndonesia," pungkas APG.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini