Minyak Dunia Cetak Rekor Tertinggi, Harga BBM Naik?

Antara, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 320 2492295 minyak-dunia-cetak-rekor-tertinggi-harga-bbm-naik-wIXhs5FTmb.jpg Harga Minyak Dunia Naik, Harga BBM Akankah Naik Juga? (Foto: Okezone.com/Koran sindo)

NEW  YORK- Harga minyak naik ke level tertinggi sejak 2014. Harga minyak didukung karena kurangnya pasokan global dan permintaan bensin yang meningkat di Amerika Serikat.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik 41 sen atau 0,5% menjadi USD86,40 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember berakhir 89 sen atau 1,1% lebih tinggi ke USD84,65 per barel.

Kenaikan harga minyak ini merupakan penutupan tertinggi untuk kedua acuan minyak global sejak Oktober 2014.

Baca Juga: Harga Minyak Tak Lanjutkan Rally, Brent Turun Jadi USD84,6/Barel

Rally minyak terjadi menjelang laporan persediaan AS oleh American Petroleum Institute (API), sebuah kelompok industri, dan Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu waktu setempat.

Analis memperkirakan data persediaan mingguan minyak AS terbaru menunjukkan peningkatan 1,9 juta barel dalam stok minyak mentah.

"Krisis energi masih jauh dari mereda, jadi kami memperkirakan kekuatan besar pada harga minyak pada November dan Desember karena pasokan tertinggal dari permintaan dan karena OPEC+ tetap tidak bertindak," kata Snalis Pasar Minyak Senior Rystad Energy, Louise Dickson, dikutip dari Antara, Rabu (27/10/2021).

Baca Juga: Harga Brent Naik Setelah Arab Saudi Tolak Penambahan Stok Minyak

OPEC+ saat ini meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari (bph) setiap bulan, tetapi telah menolak seruan untuk meningkatkan produksi lebih cepat dalam menanggapi lonjakan harga.

"Harga minyak mentah terus naik dan permintaan agar OPEC meningkatkan produksi terus diabaikan. Satu-satunya hal yang akan membuat OPEC+ termotivasi adalah jika operator swasta AS memberi sinyal, mereka akan meningkatkan produksi," kata Analis Pasar Senior OANDA, Edward Moya.

Sementara itu, Goldman Sachs mengatakan, Brent kemungkinan akan terdorong di atas perkiraan akhir tahun sebesar USD90 per barel. Sedangkan Kepala Eksekutif Manajer Aset Larry Fink mengatakan ada kemungkinan besar minyak mencapai USD100.

Dengan harga minyak dan gas di tertinggi multi-tahun, produsen serpih AS siap untuk memberikan laba terkuat sejak awal pandemi virus corona, selama mereka tidak mengunci penjualan terkait dengan harga yang jauh lebih rendah.

Sementara itu, pasar tenaga listrik dan batu bara China agak mendingin setelah intervensi pemerintah, harga energi tetap tinggi di seluruh dunia ketika suhu turun dengan awal musim dingin di utara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini