Pembangunan Infrastruktur Harus Perhatikan Lingkungan, Ini Alasannya

Antara, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 470 2493357 pembangunan-infrastruktur-harus-perhatikan-lingkungan-ini-alasannya-Ent8gF6zK8.jpg Infrastuktur (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono menegatakan bahwa pembangunan infrastruktur harus memperhatikan kelestarian lingkungan dan berkelanjutan.

Menteri Basuki mengatakan perkuatan infrastruktur dilakukan untuk mendukung aktivitas ekonomi serta mendorong pemerataan pembangunan nasional. Namun dalam pelaksanaannya perlu memperhatikan daya dukung sumber daya alam, daya tampung lingkungan hidup, kerentanan bencana, serta perubahan iklim global agar tidak berdampak negatif terhadap target pertumbuhan ekonomi.

"Inilah tantangan kita sesungguhnya. Selain untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan dan berkelanjutan," ujar Menteri PUPR dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakil Menteri PUPR Jhon Wempi Wentimpo di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Ingin BUMN Lebih Agresif Bangun Infrastruktur Teknologi dan Inovasi

Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan, dimana pelaksanaan pembangunan tidak hanya mengutamakan kualitas pembangunan dan manfaatnya pada generasi masa kini, namun turut memperhitungkan dampak dan keberlangsungannya bagi generasi mendatang.

Dalam pembangunan infrastruktur, Kementerian PUPR selalu memperhatikan tiga pilar utama pembangunan berkelanjutan, sebagaimana yang tertuang dalam Permen PUPR 9/2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Konstruksi Berkelanjutan.

Baca Juga: Infrastruktur Penunjang di Ibu Kota Baru Mulai Dibangun

Pertama, secara ekonomi layak dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kedua, menjaga pelestarian lingkungan, melalui efisiensi penggunaan sumber daya, meminimalisir dampak lingkungan yang dihasilkan, dan penggunaan peralatan serta material yang hemat energi dan ramah lingkungan. Ketiga, mengurangi disparitas sosial masyarakat.

Sebelumnya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menghadapi isu lingkungan, Kementerian PUPR terus ikut berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon melalui berbagai pembangunan infrastruktur.

Misalnya, pembangunan gedung hijau, pasar tradisional serta rumah susun (rusun) hemat energi, kebun raya dan ruang terbuka hijau, serta pembangunan TPA sampah dengan teknologi sanitary landfill dan incinerator.

Kementerian PUPR dalam membangun infrastruktur tidak hanya bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi namun juga terus berupaya memperhatikan kelestarian lingkungan dan berkelanjutan.

Pengembangan infrastruktur ramah lingkungan dan berkelanjutan salah satunya dilakukan melalui upaya pengurangan emisi karbon dan berketahanan terhadap perubahan iklim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini