Widodo Makmur Perkasa Siapkan Capex Rp10,9 Triliun, untuk Apa Saja?

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 29 Oktober 2021 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 29 278 2493723 widodo-makmur-perkasa-siapkan-capex-rp10-9-triliun-untuk-apa-saja-8UJOW1sCqm.jpg IPO (Foto: Okezone)

JAKARTA - Prospek positifnya bisnis peternakan, seperti ayam yang telah menjadi kebutuhan masyarakat mendorong optimisme bagi PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMP) sebagai perusahan penternakan unggas terintegrasi mampu mencetak pertumbuhan bisnis tahun ini hingga di tahun depan.

“Kita optimis pendapatan tahun ini tumbuh 300% dan di tahun depan naik 110%,”kata Tumiyana, Founder & CEO WMP di Jakarta, Jumat (29/10/2021).

Disampaikannya, salah satu strategi bisnis untuk memenuhi target pertumbuhan di tahun depan adalah dengan menambah kapasitas produksi dan meningkatkan kapasitas utilisasi pabrik yang saat ini sudah mencapai 60%. Kemudian untuk memacu pertumbuhan produksi, perseroan juga mengalokasikan belanja modal cukup besar hingga Rp 10,9 triliun untuk lima tahun kedepan.

Untuk sumber belanja modal sendiri selain dari hasil penawaran umum perdana saham juga pinjaman bank. Asal tahu saja, belanja modal digunakan pembangunan pabrik di Ngawi Jawa Timur dan pabrik ayam broiler di Wonogiri.

Baca Juga: Harga Sawit Naik, Pelaku Pasar Cermati IPO Nusantara Sawit Sejahtera

Dalam perkuat modal, perseroan melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 25% saham. Perseroan akan menawarkan saham-saham tersebut kepada investor domestik dan internasional.

Untuk harga saham yang ditawarkan sekitar Rp 160-220 per saham. WMP menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai joint lead underwriters (JLU). Sesuai rencana, penawaran awal (bookbuilding) saham WMP berlangsung pada 27 Oktober - 9 November 2021.

Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada 18 November 2021. Selanjutnya, penawaran umum akan dilaksanakan pada 22 - 24 November 2021 dan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 26 November 2021.

Baca Juga: Dinanti Investor, BEI Sebut IPO Mitratel Akan Cetak Rekor

WMP akan menggunakan sekitar 11,43% dana hasil IPO untuk membiayai pengembangan kerjasama operasi (Joint Operation) export yard, logistik dan rumah potong hewan di Australia. Perseroan juga mengalokasikan sekitar 19,05% untuk membiayai pembangunan fasilitas peternakan terintegrasi dan perkebunan jagung di Sumatera, Sulawesi dan Papua.

Selain itu, sekitar 19,05% akan dipakai untuk penyertaan modal ke anak perusahaan, sekitar 17,90% untuk membayar utang bank, dan sisanya 32,57% sebagai modal kerja grup, terutama untuk pembelian bahan baku.“Harapan kami bahwa dengan terlaksananya proses IPO ini dapat membawa pertumbuhan yang lebih kuat dari seluruh anak usaha atau lini bisnis yang berada di bawah naungan WMP. Pertumbuhan terutama akan didorong dari pengembangan atau ekspansi fasilitas produksi serta perluasan jaringan distribusi produk Grup,” ujarnya.

WMP merupakan perusahaan holding yang membawahi lima lini bisnis, yaitu peternakan sapi terintegrasi, pengolahan makanan berbasis daging (meat processing), peternakan ayam terintegrasi, komoditas pertanian, serta konstruksi dan energi terbarukan. Kegiatan peternakan sapi WMP dilakukan di 2 lokasi dengan total kapasitas 172.000 ekor per tahun dan merupakan peternakan sapi terintegrasi terbesar di Indonesia, berdasarkan riset Frost & Sullivan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini