Pengangguran di RI Makin Banyak! Tembus 9 Juta Orang akibat Pandemi Covid-19

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 29 Oktober 2021 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 29 320 2493558 pengangguran-di-ri-makin-banyak-tembus-9-juta-orang-akibat-pandemi-covid-19-sWC38MVizE.jpg Angka pengangguran semakin tinggi di tengah pandemi (Foto: Okezone)

JAKARTA — Angka pengangguran di Indonesia semakin bertambah di tengah pandemi covid-19. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menerangkan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah menciptakan lapangan pekerjaan.

Dia menuturkan, saat ini pemerintah tengah berusaha mencocokkan antara jumlah angkatan kerja dengan ketersediaan lapangan kerja. Berdasarkan Data BPS, penduduk Indonesia pada tahun 2020 ini jumlahnya sebanyak 270,20 juta jiwa. Dari data tersebut, jumlah angkatan kerja produktif sebanyak 140 juta jiwa.

Baca Juga: 3 Fakta Pengangguran RI Paling Banyak Lulusan SMA hingga Perguruan Tinggi

"Sekarang ini tahap pembangunan SDM adalah bagaimana mengkompatibilitaskan atau terjadi link and match antara jumlah dan kualifikasi angkatan kerja dengan ketersediaan lapangan kerja kita," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis pada Jumat (29/10/2021).

Lebih lanjut, Menko Muhadjir mengungkapkan, dari 140 juta angkatan kerja, sebanyak 7 juta orang masih menjadi pengangguran. Dia memperkirakan, di masa pandemi Covid-19 angka pengangguran sudah mencapai 9 juta orang.

Baca Juga: Jangan Kaget! Lulusan SMA dan Perguruan Tinggi Penyumbang Pengangguran Tertinggi di RI

Ditambah lagi, setiap tahunnya penduduk usia produktif memasuki dunia kerja sebanyak 1,8 juta dari sekolah menengah atas, dan 1,7 juta dari perguruan tinggi.

"Artinya paling tidak kita harus menyediakan lapangan kerja per tahun untuk angkatan kerja baru sekitar 3,6 juta lapangan kerja," sebutnya.

Lebih lanjut, Menko Muhadjir meminta para angkatan kerja produktif untuk tidak hanya mengandalkan dunia kerja, tetapi berani untuk berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja baru.

Mantan Mendikbud itu menyatakan, tuntasnya pembangunan SDM yang dilakukan sejak dini Indonesia sampai usia produktif terjadi apabila sumber pada akhirnya mereka betul-betul menjadi manusia produktif yang bekerja secara produktif.

"Ketuntasan pembangunan SDM Indonesia adalah apabila sumber daya yang sudah diantar dengan baik mulai dari 1000 hari awal kehidupan sampai lulus perguruan tinggi dan pada akhirnya betul-betul menjadi manusia produktif yang bekerja secara produktif," pungkas Menko PMK.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini