Share

Peter Gontha Bongkar Ada Iuran Wajib Pilot ke Manajemen Garuda Indonesia, Segini Besarannya

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 29 Oktober 2021 19:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 29 320 2493921 peter-gontha-bongkar-ada-iuran-wajib-pilot-ke-manajemen-garuda-indonesia-segini-besarannya-ir33mrgjAd.jpg Peter Gontha Bongkar Iuran Pilot Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA – Asosiasi Pilot Garuda (APG) telah melakukan iuran yang dibayarkan kepada manajemen Garuda sejak puluhan tahun lalu. Hal ini disampaikan lansung oleh Mantan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Peter Gontha.

Peter menyebut, setiap awak cockpit harus merogoh kocek senilai Rp 200.000- Rp500.000 per bulan untuk diberikan kepada manajemen.

"Tahukah Anda logo ini (Logo APG)?, setiap awak cockpit Garuda harus membayar iuran mulai dari Rp 200.000 per bulan sampai Rp 500.000 per bulan. Sudah selama berpuluh tahun," tulis Peter mealui Instagram Resminya, Jumat (29/10/2021).

Menurutnya, uang tersebut harus diaudit lembaga terkait. Pasalnya, bila ada 1.000-1.5000 awak cockpit, maka jumlah uang yang terkumpul cukup banyak.

Baca Juga: Seru Nih! Eks Komisaris Peter Gontha ke Triawan Munaf: Pagi Pak, Garuda Mau Dibangkrutkan

"Hitung saja kalau Pilot Garuda ada 1.000-1.500 orang, berapa jumlahnya? Kemana uangnya? Sebaiknya diaudit," kata dia.

Dilain sisi, Peter mengklaim bahwa manajemen pernah menuding dirinya memperhambat pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang disuntik negara kepada Garuda sejak 27 Desember 2020 lalu. Saat ini, Peter harus menyetujui pencairan PMN sebesar Rp 1 triliun dari total yang diterima perusahaan senilai Rp 7 triliun.

Baca Juga: Peter Gontha Ungkap Alasan 'Dipecat' sebagai Komisaris Garuda Indonesia

"Pada 27 Desember 2020 yang lalu pada saat saya tengah berlibur di Bali, saya dituduh memperlambat atau mempersulit pencairan uang PMN pada Garuda. Saya dipaksa menyetujui penarikan Rp 1 triliun dari 7 triliun yang dijanjikan. Saya akhirnya tanda tangan tetapi saya tahu itu sama dengan buang garam di laut," ungkap dia.

Dia juga menilai lessor atau perusahaan penyewa pesawat semena-mena memberi kredit pesawat kepada Garuda. Hal itu terjadi sejak 2012-2016. Sejak Februari 2020, Peter pun mengusulkan agar manajemen melakukan langkah negosiasi, namun usulannya itu tidak diindahkan direksi.

"Saya sudah katakan satu-satunya jalan adalah nego dengan para lessor asing yang semana-mena memberikan kredit pada Garuda selama 2012-2016," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini