Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Laba GGRM Merosot 26%, Emiten Miliarder Susilo Wonowidjojo Tertekan Beban Cukai

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Senin, 01 November 2021 |13:32 WIB
Laba GGRM Merosot 26%, Emiten Miliarder Susilo Wonowidjojo Tertekan Beban Cukai
Laba Gudang Garam (Foto: Okezone/Shutterstock)
A
A
A

Analis Mirae Asset Sekuritas, Christine Natasya pernah bilang, sigaret kretek tangan (SKT) dan low tar serta low nikotin (SKM LTLN) buatan mesin GGRM membukukan volume penjualan yang lebih rendah, masing-masing sebesar 2,2% dan 43,5% secara tahunan di semester I/2021 SKM LTLN GGRM saat ini hanya memberikan kontribusi 2,8% terhadap total volume penjualannya.

"Menurut kami, meski segmen industri lintingan tangan (SKT) juga membukukan pertumbuhan volume penjualan, GGRM tidak mendapatkan dampak yang baik karena pesaingnya, HMSP, memimpin di segmen tersebut," ujarnya, Senin (1/11/2021).

Secara keseluruhan, lanjut dia, GGRM masih berhasil membukukan volume penjualan yang lebih tinggi sebesar 7% year on year (yoy) hingga semester I/2021 menjadi 45,6 miliar batang. Dengan kinerja tersebut, Mirae Asset memperkirakan GGRM akan membukukan volume penjualan 80 miliar batang sepanjang 2021.

Menurut Christine, sigaret kretek mesin full flavor buatan perusahaan (SKM FF) menjadi pendoronG pertumbuhan. Segmen ini membukukan volume penjualan 39,9 miliar batang di semester I/2021, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebanyak 35,8 miliar batang. Produk SKM FF seperti GG International dan GG Surya 16 telah menjadi produk unggulan perusahaan.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement