Share

Tekan Utang untuk APBN Sehat, Penerbitan SUN Opsi yang Tepat?

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Senin 01 November 2021 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 01 320 2494815 tekan-utang-untuk-apbn-sehat-penerbitan-sun-opsi-yang-tepat-FFuZZ0melv.jpg Tekan Utang untuk APBN Sehat (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Untuk mencapai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam kondisi sehat, maka penerbitan surat utang negara (SUN) merupakan salah satu mekanisme penarikan utang yang dilakukan oleh pemerintah saat ini.

Hal ini disampaikan oleh pengamat Ekonomi Ryan Kiryanto. Menurutnya jika tidak menggunakan opsi ini maka pemerintah tidak dapat mencukupi biaya kebutuhan negara.

Adapun surat utang negara jenisnya bervariatif seperti Obligasi Negara Ritel (ORI), Savings Bond Ritel (SBR), Sukuk Ritel, dan Sukuk Negara Tabungan.

"Disetiap penyusunan APBN, pemerintah selalu memperhatikan alokasi pembiayaan utang. Artinya, pemerintah sadar bahwa jika hanya mengandalkan sumber penerimaan dalam negeri baik itu dari hasil pajak, cukai, dll, hasilnya tidak cukup. Oleh sebab itu, dibukalah pilihan pembiayaan melalui jalur utang," terang Ryan saat diskusi di Market Review, Senin (1/11/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Curhat Keuangan Negara Terguncang

Selanjutnya dia menjelaskan, dari sisi pemerintah, SUN bermanfaat untuk mencari dana untuk membiayaan APBN. Sementara itu, dari sisi pembeli atau investor, SUN adalah suatu produk keuangan yang menawarkan keuntungan, dengan adanya pembayaran bunga atau kupon dan potensi peningkatan harga (capital gain).

"Utang itu ada yang sifatnya melalui penerbitan surat utang seperti yang kita kenal seperti SUN. Itu pun wujudnya variatif. Di mana surat utang pemerintah itu dibeli baik oleh investor institusi asing/domestik maupun individu. Disitulah negara ini berutang kepada investor. Maka dari itu pemahaman utang itu harus di pahami baik sehingga tidak semata-mata seolah kita hanya membuka tangan kemudian ada orang meminjam. Bukan seperti itu," ujarnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Habiskan Rp21,1 Triliun untuk Pengadaan Vaksin Covid-19

Di samping itu Ryan menilai Kementerian Keuangan sangat percaya diri pada kondisi APBN saat ini. Menurutnya, dengan energi positif yang ditunjukkan tersebut membawa keyakinan pula pada warga indonesia terhadap kinerja pemerintah dalam mengatur utang.

"Saya membaca gestur ketika Bu Menteri Keuangan beserta jajarannya melakukan diskusi dengan kita, itu kelihatan sekali percaya dirinya. Dan itu memberikan keyakinan kepada kita bahwa pemerintah kita ini bisa mengatur utang dengan sebaik-baiknya.

Kendati demikian, Ryan bilang, ada beberapa hal yang tetap dikedepankan. Seperti kredibilitas dari utangnya itu sendiri, kemudian transparansi dari pemanfaatan utang, lalu penggunaan utang tersebut harus bisa betul-betul dikendalikan dengan baik. Maka dari itu pengawasan harus tetap dilakukan.

"Mekanisme ini sudah berjalan. Penggunaan utang ini secara langsung bisa diawasi oleh DPR dan juga publik. Sehingga masyarakat maupun pengamat bisa memberikan masukan sekiranya di dalam penggunaan utang mungkin belum optimal," jelasnya.

Sekedar informasi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengungkapkan, pendapatan negara yang bersumber dari penerimaan perpajakan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta kepabeanan dan cukai menunjukan kinerja yang terus membaik seiring makin pulihnya kondisi perekonomian pasca diterjang badai Covid-19.

Sampai dengan 30 September 2021, pendapatan negara terealisasi sebesar Rp1.354,8 triliun. Capaian ini adalah 77,7% dari target APBN 2021 yang sebesar Rp1.743,6 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini