Erick Thohir Bawa Oleh-Oleh Energi Terbarukan dari Italia

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 01 November 2021 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 01 320 2495077 erick-thohir-bawa-oleh-oleh-energi-terbarukan-dari-italia-cN3g7EPRJ1.jpg Erick Thohir Bertemu Perusahaan Energi Terbarukan Italia. (Foto: Okezone.com/Instagram)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir melakukan pertemuan dengan perusahaan panas bumi (geothermal) asal Italia, Enel Green Lower. Pertemuan tersebut dilakukan Erick di sela-sela pelaksanaan Tingkat Tinggi G20 (KTT G20) 2021 di Roma.

Adapun hasil pertemuan tersebut, perusahaan pelat merah di sektor energi akan menggandeng Enel Green Power untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia, khususnya merealisasikan net zero emission atau bebas karbon di tahun 2060.

Baca Juga: Daftar Negara yang Sukses Kembangkan Energi Baru Terbarukan

Erick menyampaikan komitmen Enel Green Power atas kerjasama dengan BUMN.

"Sebagai komitmen terhadap zero carbon di 2060, maka BUMN fokus membangun partnership untuk mengembangkan energi terbarukan di Indonesia. Inilah salah satu hal kamu bicarakan saat bertemu Enel Green Power kemarin di Roma," tulis Erick melalui akun instagram, dikutip Senin (1/11/2021).

Baca Juga: DEM UGM Kembangkan Desa Energi Berbasis Biomassa dan Energi Surya di Sleman

Dia menilai, kerjasama bilateral tersebut menjadi bagian dari perjuangan pemerintah untuk mewujudkan eco lifestyle di Tanah Air. Erick sendiri sudah menginstruksikan kepada PT PLN (Persero) untuk mencari investor baru dalam pelaksanaan EBT.

Menurutnya, investasi baru dalam program EBT perlu didorong, tujuannya tak hanya soal pendanaan, namun mendorong implementasikan eco lifestyle. Sebuah gagasan yang menegaskan keseimbangan antara pembangunan dan lingkungan hidup.

Di luar proyek Rencana Usaha Penyediaan tenaga Listrik (RUPTL), Erick memandang, penerapan eco lifestyle bagi masyarakat perlu dilakukan. Upaya itu pun sudah dirapatkan antara Kementerian BUMN dan manajemen perseroan.

"Karena energi terbarukan perlu new investment. Nah, ini yang saya di rapat terakhir dengan PLN, saya sangat menekankan bagaimana PLN bersama Kementerian BUMN dan tentu kita harus mulai menata ulang terlepas ada RUPTL, Tetapi memprediksi eco lifestyle yang akan terjadi di masyarakat," katanya.

Kementerian BUMN pun menetapkan roadmap PLN hingga 2060 mendatang. Peta jalan tersebut untuk mendorong realisasi EBT hingga 2060.

Dalam skemanya, perseroan harus menyiapkan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) sebesar 21 gigawatt (GW). Kemudian, 15 tahun berikutnya perusahaan menyediakan 29 GW.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini