Energy Management Indonesia Ubah Bisnis PLN?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 01 November 2021 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 01 320 2495082 energy-management-indonesia-ubah-bisnis-pln-B9MyBlDOYN.jpg Dampak Bergabungnya Energy Management ke PLN. (Foto: Okezone.com/PLN)

JAKARTA - Kementerian BUMN menilai masuknya Energy Management Indonesia (EMI) ke PT PLN (Persero) dapat memperkuat transformasi energi bersih sekaligus mengakselerasi ekonomi hijau Indonesia menuju target carbon neutral 2060. Di mana PLN menargetkan dekarbonisasi 117 juta ton CO2 sampai 2025.

Wakil Menteri BUMN I Pahala N Mansury mengaku optimistis bergabungnya EMI sebagai keluarga besar PLN akan memberikan dampak positif, khususnya terkait upaya percepatan dekarbonisasi.

Baca Juga: PLN Cetak Pendapatan Rp204 Triliun di Kuartal III-2021, Naik 4,7%

"Kehadiran EMI akan mendukung percepatan dekarbonisasi," kata dia, di Jakarta, Senin (1/11/2021).

EMI pun tercatat sebagai anak usaha PLN. Ada empat program utama yang akan dikembangkan, antara lain sinergi internal antara EMI dengan PLN, peningkatan kapasitas dan kapabilitas penyediaan layanan, ekspansi bisnis konservasi ke pasar eksternal dan penciptaan nilai ekosistem energi nasional.

"EMI bisa membantu PLN mengarahkan para pelanggan untuk lebih efisien menggunakan energi hijau," imbuhnya.

Baca Juga: Utang Rp500 Triliun, Erick Thohir ke PLN: Fosil Diubah ke Energi Terbarukan

Tidak hanya itu, kehadiran EMI ditargetkan mampu berkontribusi melakukan dekarbonisasi sebesar 3,29 juta ton CO2 melalui proyek PLN dan 4,19 juta ton CO2 di luar PLN.

Masuknya EMI menjadi keluarga besar PLN bukan kebetulan di saat Indonesia akan mengikuti Climate Change Conference (COP26) di Glasgow, Skotlandia, Inggris Raya pada awal November 2021. Bergabungnya EMI ke PLN untuk mendukung komitmen pemerintah melawan perubahan iklim.

"Bergabungnya EMI ke PLN juga menjadi salah satu upaya mendukung pengembangan energi bersih di sektor kelistrikan," tutur Pahala.

Senada, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan bergabungnya EMI sebagai bagian PLN merupakan langkah tepat. Kolaborasi tersebut juga diharapkan ke dua perusahaan bisa lebih efisien.

"Apalagi bisnis EMI dan PLN ini saling bersinggungan dan mempunyai keterkaitan satu dengan yang lain," tuturnya.

EMI sebagai perusahaan jasa energi (ESCo/Energy Service Company) diharapkan dapat mencapai target pemerintah mewujudkan net zero emission 2060. Adapun target tersebut juga telah didukung RUPTL 2021-2030 untuk mencapai porsi pembangkit EBT sebesar 51,6%.

"Keberadaan EMI di bawah PLN juga diperlukan di tengah rencana pemberlakukan pajak karbon," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini