Tutup Gerai, Berapa Pendapatan Matahari?

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Selasa 02 November 2021 19:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 02 320 2495719 tutup-gerai-berapa-pendapatan-matahari-UonfBVw2OR.jpg Gerai Matahari. (Foto: okezone.com)

JAKARTA- PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatat penjualan kotor sebesar Rp7,5 triliun hingga kuartal III-2021. Angka ini naik 28% dibandingkan periode sama tahun 2020.

Pendapatan bersih perseroan menjadi sebesar Rp4,1 triliun, naik 23% di atas tahun 2020.

"Matahari mencatatkan laba bersih sebesar Rp439 miliar sejak awal tahun atau YTD dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp(617) miliar pada periode yang sama tahun 2020. Meskipun tantangan yang dihadapi adalah PPKM darurat yang dimulai pada awal Juli dengan penutupan gerai selama 2 bulan," ujar Sekretaris Perusahaan LPPF Cardina N Adiputra di Jakarta (2/11/2021).

Baca Juga: PPKM Darurat, Matahari Janji Tak PHK dan Potong Gaji Karyawan

Perseroan menutup sementara 117 gerainya akibat PPKM darurat, dan 31 gerai tetap buka dengan beberapa pembatasan. Seperti kapasitas maksimum di mal, pembatasan jam operasional, dan lainnya. PPKM masih berlanjut di bulan Agustus namun dengan beberapa perkembangan positif di setiap minggunya.

Pemerintah mulai mengizinkan mal buka dan makan di tempat dengan batasan waktu. Sejak September, anak-anak di bawah usia 12 tahun diizinkan memasuki Mal, pembatasan jam operasional dan kapasitas kegiatan makan/minum di tempat umum mulai dilonggarkan, dimana semuanya mengarah pada kunjungan mal yang semakin tinggi.

Baca Juga: 100 Gerai Matahari Terdampak Pengurangan Jam Operasional Mal

Pada awal September, Matahari membuka 100% gerainya dan terus mengalami pemulihan positif dari minggu ke minggu. Hal ini berlanjut pada bulan Oktober dengan pemulihan mencapai lebih dari 70% dibandingkan dengan 2019.

Untuk membantu pemegang saham memperoleh visibilitas yang lebih baik atas pendapatan, perseroan memberikan proyeksi.

"Matahari akan membuka dua gerai baru pada bulan Desember (di Cianjur, Jawa Barat dan Batam, Kepulauan Riau). Selain itu juga ditargetkan untuk membuka sepuluh gerai baru lagi pada tahun 2022," ujarnya.

Inisiatif baru barang dagangan membuahkan hasil, dengan peningkatan kecepatan penjualan, produktivitas, dan marjin kotor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini